Skip to content

Aktivis anti-korupsi Indonesia mengeluhkan serangan digital

📅 May 26, 2021

•

⏱️1 min read

`

`

Aktivis antikorupsi Indonesia telah mengalami lonjakan serangan digital, mulai dari peretasan akun pesan hingga sabotase konferensi Zoom dengan pornografi, dan mereka mengatakan mereka takut menjadi sasaran untuk berbicara.

social-media-1795578 1920

Perhatian diberikan pada perjuangan Indonesia melawan korupsi bulan ini dengan pemecatan 75 pejabat dari badan anti-korupsi, yang menurut beberapa kelompok kampanye tampaknya merupakan upaya untuk merusak pekerjaan mereka.

Pemecatan, yang seolah-olah karena kinerja pejabat dalam ujian pegawai negeri, kemudian diubah menjadi skorsing.

Kelompok non-pemerintah Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan anggotanya telah menghadapi pelecehan digital sejak 17 Mei, ketika akun pesan di WhatsApp dari enam anggotanya menjadi tidak dapat diakses saat mereka mengambil bagian dalam konferensi video yang membahas pemecatan.

Seorang peretas tak dikenal juga menayangkan film porno ke dalam konferensi video, kata kelompok itu.

ICW mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya menduga bahwa "pihak-pihak yang menentang penguatan upaya anti-korupsi" berada di balik serangan itu dan mendesak penegak hukum untuk menyelidiki.

ICW tidak mengatakan kelompok spesifik mana yang dianggap bertanggung jawab.

Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mengatakan kepada Reuters bahwa upaya untuk mengambil alih akunnya dan akun lainnya di WhatsApp dan Telegram telah berlanjut dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa mantan penyidik ​​KPK mengatakan pernah menghadapi serangan serupa.

WhatsApp, Zoom, dan Telegram tidak segera menjawab permintaan komentar.

Seorang pejabat di kantor Presiden Joko Widodo mengatakan itu urusan polisi. Polisi di ibu kota, Jakarta, menolak berkomentar.

Para pegiat mengatakan badan anti-korupsi negara telah menjadi lebih lemah di bawah pemerintahan presiden ini, tetapi kantornya menyangkal hal itu.

Keluhan pelecehan digital mengikuti kasus serupa tahun lalu yang melibatkan aktivis dan mahasiswa dalam seminar online yang membahas masalah hak asasi manusia di wilayah paling timur Papua Barat, di mana pemberontakan separatis tingkat rendah telah membara selama beberapa dekade.

Beberapa jurnalis juga pernah mengalami pelecehan serupa.

Damar Juniarto, direktur eksekutif Jaringan Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara (SAFEnet), mengatakan pihaknya telah mencatat 147 kejadian serangan digital di Indonesia tahun lalu, meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya.

`

`
← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News