Skip to content

Apakah main game bagus untuk anak-anak?

📅 March 25, 2021

⏱️4 min read

Gamers, apakah kamu pernah sadar bahwa kalau sedang di kebun binatang, kamu akan jadi orang pertama yang melihat binatang? Atau ketika seseorang menjatuhkan permen di tanah, kamu tahu persis di mana permen itu jatuh?

Hal ini mungkin terjadi karena kamu bermain video game.

Gambar dari dekat tangan yang sedang memegang stik video gameSelain menyenangkan, video game bisa membentuk kemampuan di kehidupan nyata. Carol Yepes/Moment via Getty images

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang yang bermain video game seperti Fortnite atau Rocket League memiliki ketajaman visual yang lebih tinggi.

Ini artinya mereka dapat melacak banyak objek yang bergerak pada waktu yang sama - atau bahkan melihat benda di dalam kabut atau hujan yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Ini adalah salah satu manfaat bermain video game yang ditemukan oleh peneliti seperti saya.

Kalau ada yang bilang bahwa video game itu membuang-buang waktu atau berpengaruh secara negatif pada hidup kamu, mungkin ada baiknya menunjukkan kepada mereka manfaat yang ditemukan secara ilmiah akhir-akhir ini.

Mengembangkan kemampuan

Ketika kamu melacak musuh kamu, mengambil jarahan terbaik, dan mengganti barang-barang yang kamu bawa bahkan tanpa melihat stik atau keyboard, kamu pada dasarnya sedang melenturkan otak kamu.

Otak kamu suka tantangan seperti ini - dan otak bahkan bisa tumbuh dengan bermain video game.

Ini adalah salah satu alasan mengapa pemain video game dapat menjadi dokter bedah yang lebih baik dan mengapa beberapa dokter bahkan menggunakan video game untuk pemanasan sebelum operasi besar.

Video game juga bisa mengembangkan kemampuan yang lain.

Contohnya, video game bisa mengajarkan kamu untuk tidak menyerah, tidak peduli harus mengulang berapa kali untuk mengalahkan bos terakhir atau naik ke level berikutnya.

Kegigihan yang kamu terapkan di video game menunjukkan bahwa kerja keras akan membantu kamu meraih tujuan, di video game atau di dunia nyata.

A lively engaged girl sits on a couch playing video games.

Otak kamu bersemangat ketika bermain video game. Riska/E+ via Getty Images

Untuk berhasil bermain video game, kamu tidak bisa hanya bermain dengan lebih keras; kamu juga harus bermain dengan lebih pintar.

Mengalahkan bos terakhir atau pemain lain yang benar-benar jago tidak bisa dilakukan dengan menggunakan strategi yang sama berulang kali. Alih-alih, video game melatih kamu untuk memecahkan masalah dengan mempertimbangkan dan mencoba solusi-solusi yang berbeda.

Game favorit kamu memberikan masalah-masalah yang berbeda dengan banyak solusi, yang membuat kamu menyadari bahwa [memecahkan masalah bisa menjadi sangat menyenangkan].

Bermain video game bisa mengajarkan kamu kemampuan berpikir kritis; dan kalau ini digabungkan dengan kerja keras, akan membantu kamu sukses.

Salah satu manfaat terbaik dalam bermain video game adalah teman - tidak hanya teman baru yang kamu buat, tapi nongkrong bersama teman-teman lama kamu, terutama ketika kamu mungkin tidak dapat bermain bersama mereka di sekolah atau rumah mereka.

Video game menyediakan tempat bermain digital, dan hal-hal seperti membantu dan berbagi adalah hal yang baik dan biasanya perlu dilakukan di tempat bermain.

Membantu satu sama lain membangun benteng terbesar dan terbagus - atau membantu teman bangkit lagi ketika mereka jatuh - memperkuat pertemanan dan bahkan bisa membantu menyembuhkan pertemanan yang rusak.

Hal ini karena, walau “cuma game,” teman yang menolong satu sama lain di video game cenderung menolong satu sama lain juga di dunia nyata dan juga lebih mau menolong orang asing.

Mengalami manfaat menjadi seorang pemain dalam sebuah tim mengajarkan kamu nilai kerja tim, yang bisa kamu gunakan selama hidup kamu.

Namun, jika kamu menggunakan video game untuk menjadi jahat ke orang lain - atau membiarkan pemain video game yang jahat - kamu akan kehilangan sebagian besar manfaat ini.

A father and son playing a video game together cheer in victory.

Kemenangan besar biasanya membutuhkan kerja tim. martin-dm/E+ via Getty Images

Memakai kemampuan di dunia nyata

Meskipun dengan main video game kamu bisa merasa kuat, memiliki kekuatan, dan populer, ada baiknya kamu ingat bahwa main game adalah seperti bermain kehidupan nyata dengan tingkat paling mudah.

Kehidupan nyata cenderung lebih menantang.

Kamu tahu kan rasanya bosan bermain game di level paling mudah - dan bagaimana bermain game menjadi menyenangkan lagi ketika kamu meningkatkan level kesulitan.

Dengan alasan yang sama, kehidupan nyata bisa lebih bermanfaat.

Ambil contoh belajar cara untuk bermain suatu alat musik. Saya menemukan bahwa belajar memainkan gitar jauh lebih sulit dan lebih membuat frustasi dibanding bermain Rock Band di level kesulitan tertinggi.

Namun, lebih menyenangkan bermain gitar di kehidupan nyata daripada bermain gitar di Rock Band.

Jadi, nikmati mengembangkan kemampuan kamu dengan bermain video game. Namun, tanyakan ke dirimu sendiri: apakah kamu bisa menghadapi tantangan di luar video game?

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News