Skip to content

China menegaskan kembali dukungan untuk peran ASEAN di Myanmar

📅 June 20, 2021

⏱️2 min read

`

`

Seorang utusan China untuk PBB pada hari Jumat mengatakan China akan terus mendukung kerja ASEAN dan memainkan peran konstruktif mengenai situasi saat ini di Myanmar.

myanmar-2

China adalah tetangga dekat Myanmar yang dihubungkan oleh pegunungan dan sungai, dan situasi di Myanmar terkait langsung dengan kepentingan China, kata Zhang Jun, perwakilan tetap China untuk PBB, dalam pertemuan Dewan Keamanan di Myanmar.

China telah mengikuti perkembangan situasi di Myanmar dengan cermat, secara aktif terlibat dalam pekerjaan semua pihak di negara itu dan berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi dan konsensus yang relevan yang dicapai oleh Dewan Keamanan PBB, kata utusan itu.

“China dengan tulus berharap semua pihak di Myanmar akan menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog politik sesegera mungkin di bawah konstitusi dan kerangka hukum, menghindari insiden kekerasan yang berulang, memulihkan stabilitas sosial nasional sesegera mungkin, dan memulai kembali proses transisi demokrasi domestik, "kata Zhang.

Duta Besar menunjuk pada kunjungan baru-baru ini ke Myanmar dari delegasi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Brunei Erywan Yusof dan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara Lim Jock Hoi, yang katanya merupakan "langkah penting dalam pelaksanaan 'Lima -Konsensus Titik'".

`

`

China memaparkan sikapnya tentang situasi saat ini di Myanmar, dan mencapai konsensus luas dengan ASEAN, pada Pertemuan Menteri Luar Negeri Khusus ASEAN-China baru-baru ini dalam Perayaan HUT ke-30 Hubungan Dialog, katanya.

Myanmar adalah anggota ASEAN, dan China mendukung ASEAN dalam memainkan peran konstruktif dalam menangani masalah domestik Myanmar dengan baik dan mendukung implementasi bertahap "Konsensus Lima Poin" di bawah kerangka ASEAN, kata utusan itu.

"China akan menjaga komunikasi yang erat dengan ASEAN dan akan terus memainkan peran yang lebih konstruktif dengan caranya sendiri," tambah Zhang.

Masalah saat ini di Myanmar adalah twist and turn dalam proses transformasi politiknya sendiri. Pada dasarnya, ini adalah urusan dalam negeri negara, kata duta besar. Apakah itu dapat diselesaikan dengan baik pada akhirnya tergantung terutama pada Myanmar.

“Sejarah telah membuktikan bahwa menerapkan tekanan dan sanksi eksternal secara membabi buta terhadap Myanmar tidak akan berhasil. Itu juga akan menjadi bumerang dan memperburuk ketegangan, yang pada akhirnya merugikan rakyat Myanmar,” katanya.

“Kami berharap semua pihak akan mematuhi tujuan dan prinsip Piagam PBB, dan menghormati kedaulatan Myanmar, kemerdekaan politik, integritas wilayah dan persatuan nasional. Kita harus menjunjung tinggi sikap objektif dan adil, mendukung upaya negara-negara regional, menghindari tindakan sepihak. sanksi dan intervensi yang tidak tepat, dan menciptakan lingkungan eksternal yang menguntungkan untuk rekonsiliasi politik di Myanmar," tambah Zhang.

`

`
← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News