Skip to content

Dua orang terkait ledakan gereja Filipina tewas di Indonesia

📅 January 07, 2021

⏱️2 min read

Penggerebekan di Makassar di Sulawesi Selatan oleh unit Densus 88 menyebabkan baku tembak yang fatal dengan dua tersangka pejuang yang menolak penangkapan. Satu unit kontraterorisme yang menggerebek tempat persembunyian pejuang bersenjata di Indonesia tengah pada Rabu menembak mati dua pria yang diduga terlibat dalam pemboman kembar di sebuah gereja Filipina pada 2019 yang menewaskan lebih dari 20 orang.

Pemboman gereja Jolo adalah salah satu pemboman bunuh diri yang pertama dan sejauh ini paling mematikan di Filipina di mana serangan semacam itu hampir tidak pernah terdengar hingga tahun 2018 [Militer Filipina melalui AFP]

Pemboman gereja Jolo adalah salah satu pemboman bunuh diri yang pertama dan sejauh ini paling mematikan di Filipina di mana serangan semacam itu hampir tidak pernah terdengar hingga tahun 2018 [Militer Filipina melalui AFP]

Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan, penggerebekan di Makassar di Sulawesi Selatan oleh unit Densus 88 menyebabkan baku tembak yang fatal dengan dua tersangka pejuang yang menolak penangkapan.

Kepala polisi Makassar Witnu Urip Laksana mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa para tersangka terlibat dalam pemboman sebuah gereja di selatan Pulau Jolo di wilayah bergolak yang mayoritas penduduknya Muslim di Filipina yang mayoritas beragama Katolik.

Polisi melakukan tindakan "tegas dan diperhitungkan" terhadap kedua tersangka tersebut, kata Witnu, seraya menambahkan penyelidikan terus dilakukan.

Polisi mencurigai para pria itu adalah anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terinspirasi ISIS, yang telah melakukan serangkaian serangan di Indonesia.

Pihak berwenang Filipina telah menyimpulkan serangan gereja pada Januari 2019 adalah pemboman bunuh diri oleh pasangan Indonesia, dengan bantuan faksi dari Kelompok Abu Sayyaf, yang telah berjanji setia kepada ISIL (ISIS).

Pejuang Abu Sayyaf juga dilatih dengan kelompok bersenjata Asia Tenggara Jemaah Islamiyah (JI), yang didirikan oleh seorang pengkhotbah Indonesia, dan kedua kelompok tersebut sebelumnya terkait dengan al-Qaeda.

Pemboman bunuh diri paling mematikan di Filipina

Lebih dari 100 orang terluka dalam pemboman gereja Jolo, yang merupakan salah satu pemboman bunuh diri yang pertama dan sejauh ini paling mematikan di Filipina, di mana serangan semacam itu hampir tidak pernah terdengar hingga 2018.

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana tidak segera menanggapi permintaan komentar pada Rabu.

Wilayah Mindanao di selatan Filipina selama beberapa dekade telah dilanda separatis Muslim. Dengan perbatasan keropos dan dekat dengan Indonesia dan Malaysia, pejuang Filipina telah mampu menjalin hubungan dekat dengan sekutu regional.

Pihak berwenang prihatin tentang kelompok bersenjata yang menguasai daerah miskin, terutama daerah Muslim, di mana operasi dari negara-negara terdekat dan sekitarnya telah terhubung dengan kelompok lokal untuk merencanakan serangan dan merekrut serta melatih para pejuang.

Pada Oktober 2020, pihak berwenang Filipina juga menangkap seorang wanita Indonesia yang diyakini terkait dengan serangan bunuh diri terpisah terhadap konvoi militer di Jolo yang menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya.

Wanita Indonesia itu adalah janda orang Indonesia lainnya yang dibunuh oleh tentara Filipina di Sulu pada Agustus 2020. Dia juga diyakini sebagai putri dari dua pelaku bom bunuh diri yang terlibat dalam pemboman gereja.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News