Skip to content

Gambar: Jakarta dilanda banjir monsun

📅 February 22, 2021

⏱️3 min read

Lebih dari 1.300 warga Jakarta terpaksa mengungsi setelah ibu kota Indonesia dilanda banjir monsun yang parah.

Tim penyelamat Indonesia mengevakuasi orang-orang di tengah banjir di Jakarta.  [Bagus Indahono / EPA]

Tim penyelamat Indonesia mengevakuasi orang-orang di tengah banjir di Jakarta. [Bagus Indahono / EPA]

Banjir hebat di beberapa bagian ibu kota Indonesia Jakarta memaksa lebih dari 1.000 orang meninggalkan rumah mereka pada hari Sabtu, dengan badan meteorologi negara memperingatkan bahwa kondisi tersebut akan berlanjut untuk minggu depan.

Sekitar 1.380 warga Jakarta dievakuasi dari bagian selatan dan timur kota, rumah bagi 10 juta orang setelah banjir mencapai ketinggian 1,8 meter (enam kaki) di beberapa daerah, kata Sabdo Kurnianto, penjabat kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta. (BNPD), dalam sebuah pernyataan. Dia mengatakan tidak ada korban yang dilaporkan.

Banjir datang pada saat Indonesia sudah bergulat dengan beban kasus dan penghitungan kematian tertinggi dari COVID-19 di Asia Tenggara serta resesi ekonomi.

Badan Meteorologi Indonesia (BMKG) mengatakan hujan terberat musim ini mungkin turun di dalam dan sekitar ibu kota padat penduduk dalam beberapa hari mendatang, dengan cuaca ekstrim, termasuk hujan lebat, guntur dan angin kencang, diperkirakan akan terjadi sepanjang minggu depan.

BMKG menyatakan, Jakarta akan waspada selama empat hari ke depan, dengan data dari Badan Meteorologi menunjukkan curah hujan yang tinggi dalam 24 jam terakhir dengan wilayah Pasar Minggu, di selatan Jakarta, mencatat curah hujan 226 milimeter sejak Jumat. .

Polisi nasional Indonesia memandu perahu karet melalui jalan-jalan yang banjir saat menyelamatkan warga di Jakarta.  [Bagus Indahono / EPA]

Polisi nasional Indonesia memandu perahu karet melalui jalan-jalan yang banjir saat menyelamatkan warga di Jakarta. [Bagus Indahono / EPA]

Iklan

Ribuan rumah rusak di Jakarta, menurut BNPD.  [Bagus Indahono / EPA]

Ribuan rumah rusak di Jakarta, menurut BNPD. [Bagus Indahono / EPA]

Orang-orang berenang melalui lingkungan yang banjir.  Hujan deras yang dikombinasikan dengan perencanaan pembuangan limbah kota yang buruk sering menyebabkan banjir besar di beberapa bagian Jakarta dan sekitarnya.  [Foto Tatan Syuflana / AP]

Orang-orang berenang melalui lingkungan yang banjir. Hujan deras yang dikombinasikan dengan perencanaan pembuangan limbah kota yang buruk sering menyebabkan banjir besar di beberapa bagian Jakarta dan sekitarnya. [Foto Tatan Syuflana / AP]

Banjir datang pada saat Indonesia sudah bergulat dengan beban kasus dan penghitungan kematian tertinggi di Asia Tenggara akibat COVID-19, serta kemerosotan ekonomi yang tajam.  [Wahyu Putro / Antara Foto melalui Reuters]

Banjir datang pada saat Indonesia sudah bergulat dengan beban kasus dan penghitungan kematian tertinggi di Asia Tenggara akibat COVID-19, serta kemerosotan ekonomi yang tajam. [Wahyu Putro / Antara Foto melalui Reuters]

Seorang pedagang kaki lima mendorong gerobaknya melewati air banjir.  Badan meteorologi Indonesia mengatakan hujan terberat musim ini mungkin turun di dalam dan di sekitar ibu kota yang padat penduduk dalam beberapa hari mendatang.  [Ajeng Dinar Ulfiana / Reuters]

Seorang pedagang kaki lima mendorong gerobaknya melewati air banjir. Badan meteorologi Indonesia mengatakan hujan terberat musim ini mungkin turun di dalam dan di sekitar ibu kota yang padat penduduk dalam beberapa hari mendatang. [Ajeng Dinar Ulfiana / Reuters]

Personel Badan Pencarian dan Penyelamatan Indonesia (Basarnas) mengevakuasi bayi di area yang dilanda banjir.  [Handout: Badan Pencarian dan Penyelamatan Indonesia melalui Reuters]

Personel Badan Pencarian dan Penyelamatan Indonesia (Basarnas) mengevakuasi bayi di area yang dilanda banjir. [Handout: Badan Pencarian dan Penyelamatan Indonesia melalui Reuters]

Iklan

Sekitar 1.380 warga Jakarta dievakuasi dari bagian selatan dan timur kota, rumah bagi 10 juta orang.  [Ajeng Dinar Ulfiana / Reuters]

Sekitar 1.380 warga Jakarta dievakuasi dari bagian selatan dan timur kota, rumah bagi 10 juta orang. [Ajeng Dinar Ulfiana / Reuters]

Penduduk menggunakan rakit buatan sendiri untuk melewati jalan yang banjir.  [Foto Tatan Syuflana / AP]

Penduduk menggunakan rakit buatan sendiri untuk melewati jalan yang banjir. [Foto Tatan Syuflana / AP]

Banjir Jakarta, Warga Diminta Gugat Pemprov DKI ke Pengadilan

Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) menyarankan warga menggugat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena penanganan dan antisipasi banjir yang dinilai buruk. FAKTA menyinggung genangan banjir hebat yang masih saja menggenangi DKI tahun ini.

"Sebaiknya warga menggugat Pemprov Jakarta atas penanganan banjir pekan ini yang berantakan. Inti gugatan yang bisa dilakukan dalam pemprov tidak menyiapkan, melakukan peringatan dini dan bantuan darurat untuk membantu warga yang korban banjir," kata Ketua FAKTA Azas Tigor Nainggolan melalui keterangan tertulis, Sabtu (20/12).

Azas menduga banjir parah yang terjadi di Jakarta saat ini disebabkan oleh saluran air (drainase) yang tidak berfungsi dengan baik. Menurutnya, saluran air di Jakarta mampet dan tidak terawat. Sehingga saat hujan besar, air tidak bisa mengalir dan berujung pada banjir.

Sementara, kata dia, membersihkan dan merawat saluran air adalah tugas pemerintah provinsi. Dengan kondisi banjir seperti saat ini, ia menilai Pemprov Jakarta tidak bekerja dengan baik dalam hal merawat saluran air dan mengantisipasi bencana musiman itu.

Azas juga mengkritik Pemprov DKI karena tidak sigap memberikan peringatan dini kepada warga yang terdampak banjir agar segera dievakuasi. Ia mengatakan banyak warga yang panik ketika melihat genangan di rumahnya, karena tak tahu harus melapor dan meminta pertolongan kemana.

"Berarti pemerintah provinsi dan gubernurnya sampai hari ini belum juga mempersiapkan sistem peringatan dini (early warning system) dan sistem bantuan darurat (emergency response system) untuk menolong warga. Kecerobohan ini bisa dipersoalkan dan digugat secara hukum oleh warga korban banjir," tutur dia.

Ia mengatakan warga stres dan sakit kerap dirasakan warga yang kebanjiran. Setelah banjir surut, lanjut dia, mereka yang terdampak pun harus membersihkan sisa-sisa banjir yang memasuki area rumah.

"Apakah penderitaan sebagai warga Jakarta yang menjadi korban banjir tahunan ini dirasakan juga oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan?," tambah Azas.

Menurut dia, gugatan bisa diajukan ke Pengadilan Negeri Tata Usaha (PTUN). Ini sesuai dengan Peraturan MA No. 2 Tahun 2019 yang menyatakan gugatan perbuatan melawan hukum dengan pejabat pemerintah diselesaikan melalui PTUN.

Sejumlah titik di DKI Jakarta dilanda banjir hebat akibat hujan deras yang mengguyur sejak malam kemarin. Sementara memasuki musim penghujan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim telah menyiapkan strategi antisipasi banjir.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News