Skip to content

Gempa mematikan mengguncang Jawa Indonesia, tidak ada peringatan tsunami

📅 April 11, 2021

⏱️2 min read

Gempa berkekuatan 6,0 melanda Jawa, menewaskan sedikitnya tujuh orang dalam bencana kedua yang melanda negara itu minggu ini.

Sebuah rumah hancur akibat gempa bumi di Malang, provinsi Jawa Timur [Antara Foto via Reuters]

Sebuah rumah hancur akibat gempa bumi di Malang, provinsi Jawa Timur [Antara Foto via Reuters]

Gempa bumi yang kuat menewaskan sedikitnya tujuh orang dan merusak bangunan di pulau utama Indonesia di Jawa dan mengguncang tempat wisata tanpa peringatan tsunami.

Survei Geologi AS mengatakan gempa berkekuatan 6,0 melanda pada hari Sabtu di lepas pantai selatan pulau itu pada pukul 2 siang waktu setempat (07:00 GMT).

Itu berpusat 45km selatan kota Sumberpucung Kabupaten Malang di provinsi Jawa Timur, pada kedalaman 82km.

“Data terakhir kami menunjukkan tujuh orang tewas, dua luka berat dan 10 lainnya luka ringan,” kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Raditya Jati.

Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami Indonesia, mengatakan gempa bawah laut tidak berpotensi tsunami.

Meski begitu, dia mengimbau masyarakat untuk menjauhi lereng tanah atau bebatuan yang berpotensi longsor.

imgSeorang pria membersihkan ruang sidang yang rusak di Blitar, Jawa Timur [Antara Foto / Irfan Anshori via Reuters]

Batu yang jatuh menewaskan seorang wanita dengan sepeda motor dan melukai parah suaminya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kata Jati.

Dia mengatakan puluhan rumah rusak di seluruh distrik, dan tim penyelamat telah mengambil dua mayat dari puing-puing rumah yang runtuh di desa Kali Uling di distrik itu.

Dua orang juga dipastikan tewas di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang dan Malang, sementara satu orang ditemukan tewas di bawah reruntuhan di Kota Malang.

"Saya baru saja selesai sholat dan sedang mengganti pakaian ketika tiba-tiba gempa melanda," kata warga Malang Ida Magfiroh kepada kantor berita AFP.

“Itu cukup kuat dan berlangsung lama. Semuanya bergoyang… Jantungku berdebar kencang. ”

Laporan televisi menunjukkan orang-orang berlarian panik dari mal dan gedung di beberapa kota di provinsi Jawa Timur.

imgKerusakan bangsal terlihat di rumah sakit Ngudi Waluyo di Blitar, Jawa Timur [AVIAN / AFP]

Badan SAR Indonesia merilis video dan foto rumah dan bangunan yang rusak, termasuk langit-langit di sebuah rumah sakit di Blitar, kota tetangga Malang.

Pihak berwenang masih mengumpulkan informasi tentang skala penuh korban dan kerusakan di daerah yang terkena dampak.

Itu adalah bencana mematikan kedua yang melanda Indonesia minggu ini. Pada hari Minggu, hujan lebat yang dipicu oleh Topan Tropis Seroja menewaskan sedikitnya 165 orang dan merusak ribuan rumah.

Beberapa terkubur di tanah longsor atau lava yang mengeras dari letusan gunung berapi pada bulan November, sementara yang lain tersapu oleh banjir bandang.

'Cincin Api'

Indonesia, negara kepulauan yang luas dengan 270 juta orang, sering dilanda gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami karena lokasinya di "Cincin Api", busur gunung berapi dan garis patahan di Cekungan Pasifik.

Pada bulan Januari, gempa berkekuatan 6,2 skala Richter menewaskan sedikitnya 105 orang dan melukai hampir 6.500 orang, sementara lebih dari 92.000 mengungsi, setelah melanda kabupaten Mamuju dan Majene di provinsi Sulawesi Barat.

Pada 2018, gempa berkekuatan 7,5 skala Richter dan tsunami susulan di Palu di pulau Sulawesi menyebabkan lebih dari 4.300 orang tewas atau hilang.

Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi berkekuatan 9,1 skala Richter yang menghancurkan melanda pantai Sumatera dan memicu tsunami yang menewaskan 220.000 di seluruh wilayah, termasuk sekitar 170.000 di Indonesia.

Itu adalah salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah yang tercatat.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News