Skip to content

GIC akan membeli 9% Bank Jago Indonesia untuk memanfaatkan bisnis perbankan digital

📅 February 27, 2021

⏱️2 min read

JAKARTA - GIC sovereign wealth fund Singapura akan membeli saham Bank Jago, pemberi pinjaman publik Indonesia yang akan menjadi bank digital penuh pertama di ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menurut prospektus rights issue.

Hasil dari rights issue akan digunakan untuk meningkatkan modal Bank Jago menjadi sekitar 8 triliun rupiah (S $ 744 juta).Hasil dari rights issue akan digunakan untuk meningkatkan modal Bank Jago menjadi sekitar 8 triliun rupiah (S $ 744 juta). FOTO: ST FILE

GIC akan menghabiskan sebanyak 3,15 triliun rupiah untuk mengakuisisi sekitar 9 persen dari modal Bank Jago yang diperbesar melalui right issue yang dijadwalkan pada bulan Maret, menurut prospektus yang diajukan ke bursa saham oleh bank yang berbasis di Jakarta itu. GIC menolak berkomentar saat dihubungi pada hari Jumat.

"Semakin banyak pemegang saham, semakin transparan Bank Jago dijalankan dan semakin baik tata kelola perusahaan karena semakin banyak pihak yang mengawasi manajemen," kata Wakil Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung kepada wartawan, Jumat (26/2) pagi. prospektus.

Bank Jago akan mengadakan one-for-3.6 rights issue, yang memberikan hak kepada investor untuk membeli satu saham baru untuk setiap 3,6 saham yang mereka miliki.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendongkrak permodalan Bank Jago menjadi sekitar 8 triliun rupiah, dari saat ini sekitar 1 triliun rupiah.

Dan 97 persen dari dana segar yang diharapkan disuntikkan ke modal bank akan disalurkan untuk membiayai ekspansi bisnis, dua persen untuk mengembangkan infrastruktur teknologi informasi dan satu persen untuk mengembangkan sumber daya manusia bank, kata kepala eksekutif Kharim Siregar.

Pemegang saham utama Bank Jago saat ini yang secara kolektif memiliki 51 persen saham - Metamorphosis Ecosystem Indonesia dan Wealth Track Technology - hanya akan menggunakan sebagian dari hak mereka untuk membeli saham baru dalam rights issue, setelah berkomitmen untuk mengalihkan hak tersebut ke GIC dan lembaga asing lainnya. investor.

Ekosistem Metamorfosis sebagian besar dimiliki oleh bankir veteran Indonesia Jerry Ng. Wealth Track dimiliki oleh Bapak Patrick Walujo, yang juga merupakan salah satu pendiri Northstar Pacific Partners, sebuah firma ekuitas swasta Indonesia yang didukung oleh TPG Capital.

Bank Jago baru-baru ini menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan layanan ride-hailing dan pembayaran digital Gojek.

Pada Desember tahun lalu, Gojek menghabiskan US $ 160 juta untuk meningkatkan kepemilikannya di Bank Jago menjadi 22,16 persen.

Ini pada akhirnya akan melihat layanan perbankan digital Jago ditawarkan di platform super-app Gojek, yang memungkinkan jutaan pengguna Gojek untuk langsung membuka rekening bank, misalnya, dan mengelolanya di aplikasi.

Pengawas keuangan Indonesia OJK akan menjelaskan pada pertengahan tahun ini bagaimana bank digital harus beroperasi di negara ini, Anung Herlianto, direktur eksekutif penelitian dan regulasi perbankan, mengatakan kepada The Straits Times awal bulan ini.

Perbankan digital diharapkan dapat memberikan dorongan bagi Indonesia karena akan melayani populasi yang tidak memiliki rekening bank, yang mencapai sepertiga dari 270 juta orang di negara tersebut. Sementara penetrasi smartphone di Tanah Air telah mencapai antara 70 persen hingga 80 persen.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan, komisaris Bank Jago Anika Faisal mengatakan: "Bank harus hadir dalam ekosistem digital; begitulah cara orang melakukan perbankannya saat ini, bukan mengunjungi bank."

Bank Jago telah berjanji untuk mengambil pendekatan yang berpusat pada konsumen, kata Anika, menambahkan bahwa bank digital menyediakan perbankan yang disesuaikan.

“Dulu nasabah akan menyesuaikan dengan produk bank yang ditawarkan. Tapi sekarang bank harus menyesuaikan dengan nasabah. Bagaimana nasabah mau melakukannya? Begitulah seharusnya bank melakukannya. Bank sekarang mengikuti nasabah, bukan sebaliknya sekitar, "kata Ms Anika.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News