Skip to content

Grab Indonesia, pengemudi Gojek mengancam protes nasional atas pembicaraan merger

📅 December 16, 2020

⏱️1 min read

JAKARTA- Serikat pengemudi sepeda motor Indonesia untuk perusahaan ride-hailing dan perusahaan pengiriman makanan Grab dan Gojek mengatakan mereka akan memulai protes di seluruh negeri jika pembicaraan merger antara perusahaan berlanjut tanpa mereka, karena khawatir hal itu dapat mengakibatkan hilangnya pekerjaan secara massal.

SoftBank Hankyu-Ibaraki

“Kami khawatir merger akan mengakibatkan pemberhentian pengemudi,” kata Igun Wicaksono, yang mengepalai Garda Nasional, serikat lebih dari 100.000 pengemudi Grab dan Gojek, yang menyerukan keterlibatan pemerintah dan pengemudi dalam negosiasi tersebut. “Jika kami diabaikan, maka pilihan terakhir kami adalah melakukan demonstrasi massal di seluruh Indonesia.”

Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa dua perusahaan rintisan paling berharga di Asia Tenggara, yang bersaing dalam layanan transportasi online, pembayaran digital, dan pengiriman makanan, sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk bergabung, dengan poin utama yang mencuat adalah tentang seperti apa bentuk entitas bersama di Indonesia, pasar terbesar mereka.

Orang-orang mengatakan banyak investor di setiap perusahaan yang merugi, terutama pendukung utama Grab, pendiri SoftBank Group, Masayoshi Son, ingin merger untuk membuka jalan bagi pencatatan publik.

Seorang juru bicara Gojek yang berbasis di Jakarta - didukung oleh investor termasuk Alphabet's Google dan dinilai oleh investor sekitar $ 10 miliar selama putaran pendanaan terbaru - mengatakan perusahaan tidak mengomentari spekulasi pasar Grab, senilai $ 15 miliar, menolak berkomentar.

Tetapi pengemudi ojek di Indonesia mengatakan mereka khawatir tentang apa arti kesepakatan bagi mata pencaharian mereka, setelah pendapatan mereka dipangkas awal tahun ini ketika pandemi virus korona menghantam ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu.

Garda Nasional mengatakan bahwa pengemudinya telah memulihkan sekitar 70% dari pendapatan sebelum pandemi mereka, tetapi ribuan telah diusir dari rumah mereka selama Mei hingga Juli. Serikat pekerja di Indonesia, yang mewakili lebih dari satu juta pengemudi, mengatakan mereka ingin pemerintah bergabung dalam negosiasi untuk melindungi mereka.

“Merger merugikan dan kami akan memprotes Grab, Gojek, serta Softbank Jepang jika tidak ada dialog dengan kami dan regulator atau otoritas,” kata Fadel Balher, perwakilan serikat pengemudi di Kalimantan Timur. Dan kami akan memprotes dengan keras.

Badan pengawas antitrust Indonesia mengatakan kepada Reuters bahwa mereka belum diberi tahu oleh perusahaan-perusahaan tentang merger, tetapi memantau cakupan pembicaraan. Kementerian Perhubungan Indonesia mengatakan kepada wartawan bahwa mereka belum dihubungi oleh perusahaan tersebut.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News