Skip to content

Indonesia akan menandatangani Pfizer, kesepakatan vaksin AstraZeneca menunggu izin Sinovac

📅 December 30, 2020

⏱️2 min read

JAKARTA - Indonesia bersiap untuk mendapatkan vaksin virus corona dari Pfizer dan AstraZeneca, kata menteri kesehatan pada Selasa, saat menunggu otorisasi untuk memulai program inokulasi dengan obat ketiga, oleh Sinovac China. Budi Gunadi Sadikin mengatakan kesepakatan 50 juta dosis dengan AstraZeneca akan diselesaikan sebelum akhir tahun, dan satu ukuran yang sama dengan Pfizer pada minggu pertama Januari.

SINOVAC COVID-19 vaccine

Tembakan pertama untuk kedua obat tersebut, yang telah mendapatkan persetujuan peraturan di banyak negara barat, tidak dijadwalkan tiba selama berbulan-bulan, menteri mengatakan pada konferensi pers pertamanya. Jadi, Indonesia berencana untuk memulai vaksinasi dengan pengobatan Sinovac, yang memperoleh 1,2 juta dosis bulan ini dan mengharapkan 1,8 juta lebih pada Januari, setelah memperoleh izin penggunaan darurat. Hasil sementara dari uji coba fase III diharapkan akan dikirimkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia bulan depan.

Budi mengatakan 1,3 juta pekerja kesehatan garis depan akan mendapat prioritas dalam gelombang pertama vaksinasi antara Januari dan April. "Mereka adalah kelompok orang paling penting dalam perjuangan kami melawan pandemi," katanya dalam konferensi pers.

Negara terpadat keempat di dunia telah memiliki lebih dari 727.000 kasus COVID yang dikonfirmasi dan 21.700 kematian, di antara jumlah tertinggi di Asia.

Pegawai negeri akan berada di barisan berikutnya untuk suntikan, dengan mereka yang berada di “zona merah” infeksi berusia antara 18 dan 59 diprioritaskan pada putaran kedua vaksinasi. Indonesia lebih memfokuskan programnya pada rentang usia tersebut daripada pada lansia dalam upaya melindungi penduduk yang bekerja.

Bambang Heriyanto, Sekretaris Perusahaan Produsen Obat Negara Bio Farma, mengatakan strategi itu akan memungkinkan Indonesia mencapai kekebalan kawanan.

Termasuk pengumuman hari Selasa, Indonesia telah mendapatkan 329 juta dosis vaksin, termasuk sekitar 125 juta dari Sinovac, 50 juta dari Novavax dan 54 juta dari program vaksin global COVAX. Vaksin AstraZeneca diharapkan tiba pada kuartal kedua 2021 dan Pfizer pada kuartal ketiga, menurut slide presentasi oleh Budi.

APAKAH AMAN? APAKAH HALAL?

Kesepakatan vaksin tersebut mendapat reaksi beragam di jalan-jalan ibu kota Jakarta pada hari Selasa. “Ada banyak penyakit yang belum ada obatnya, tetapi sudah ada (a) obat untuk COVID,” kata penyiar radio berusia 25 tahun Cindy Lauw, “Saya hanya waspada.”

Suhaimi, seorang pensiunan berusia 55 tahun, mengatakan dia akan menunggu hasil uji coba, dan berita tentang apakah vaksin itu diizinkan menurut Islam.

Sebuah survei bulan Desember oleh lembaga survei Indonesia Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan 37% dari 1.202 responden bersedia divaksinasi, sementara 40% akan mempertimbangkannya dan 17% akan menolak.

Sementara mengakui peran penting vaksinasi, ahli epidemiologi Pandu Riono memperingatkan agar tidak terlalu mengandalkan vaksinasi. “Vaksin merupakan langkah pencegahan kedua, yang pertama perilaku dan pengawasan, pengujian, pelacakan kontak dan isolasi,” ujarnya.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News