Skip to content

Indonesia dapat mengizinkan sektor swasta untuk membeli dan mendistribusikan vaksin

📅 January 15, 2021

⏱️1 min read

JAKARTA - Indonesia dapat mengizinkan perusahaan untuk mendapatkan vaksin COVID-19 mereka sendiri, kata menteri kesehatan negara itu pada hari Kamis, ketika ruang bisnis yang berpengaruh meminta anggota untuk dapat menginokulasi staf atau menjual vaksin kepada publik.

vaccine-5103088 1920

Negara Asia Tenggara itu meluncurkan kampanye imunisasi massal yang menargetkan lebih dari 180 juta orang minggu ini untuk membantu mengatasi salah satu wabah virus korona terburuk di Asia.

Petugas medis dan keamanan berada di urutan pertama untuk vaksin, tetapi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kepada parlemen bahwa perusahaan dapat diizinkan untuk mendapatkan dan memvaksinasi staf mereka sehingga mengurangi beban negara.

“Seharusnya tidak dimulai sekarang, tetapi nanti setelah pemerintah memberikan vaksin wajib untuk kesehatan dan pekerja publik,” katanya, mencatat tidak ada keputusan akhir yang telah dibuat dan bahwa pihak berwenang ingin menghindari dianggap memprioritaskan orang kaya.

Indonesia saat ini membeli dan mendistribusikan vaksin secara gratis dengan perkiraan biaya sekitar $ 5,3 miliar.

Kepala kamar bisnis Indonesia mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah meminta agar beberapa perusahaan diizinkan untuk mengimpor vaksin yang disetujui atau membeli persediaan pemerintah untuk mengimunisasi staf atau untuk dijual.

"Ini seperti pergi ke Disneyland ... jika Anda ingin pergi lebih cepat, ada izin prioritas, tetapi Anda harus membayar lebih," kata Rosan Roeslani, menambahkan bisnis telah menjalin hubungan dengan produsen vaksin seperti Sputnik V Rusia dan juga lainnya disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Dia membantah itu adalah hak istimewa bagi orang kaya karena biaya per injeksi bisa di bawah harga saat ini untuk tes usap COVID-19 pribadi.

Jahja Setiaatmadja, CEO salah satu pemberi pinjaman terbesar di Indonesia, Bank Central Asia, mengatakan jika rencana itu disetujui, bank akan menyediakan vaksin untuk staf.

Marsha Dyas, warga Jakarta berusia 30 tahun, juga menyambut baik gagasan untuk dapat membeli vaksin tertentu dari penyedia. Namun Andreas Harsono, peneliti Indonesia untuk Human Rights Watch, memperingatkan “program vaksinasi swasta akan menimbulkan risiko termiskin dan paling rentan di pulau-pulau terluar akan diinjak-injak untuk mendapatkan vaksin. ”

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News