Skip to content

Indonesia memesan 20 juta dosis vaksin COVID-19 untuk inokulasi swasta

📅 March 16, 2021

⏱️1 min read

JAKARTA (Reuters) - Indonesia diperkirakan menerima 20,2 juta dosis vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Moderna Inc dan China Sinopharm mulai kuartal kedua untuk digunakan dalam skema vaksinasi swasta, kata kepala perusahaan farmasi negara, Senin.

syringe-1884779 1920

Indonesia mengesahkan salah satu program vaksinasi swasta pertama di dunia bulan lalu untuk dijalankan bersamaan dengan upaya nasionalnya, memungkinkan perusahaan untuk membeli vaksin yang diperoleh negara untuk staf mereka di negara terbesar di Asia Tenggara.

Meskipun rencana tersebut diharapkan dapat mempercepat laju inokulasi di negara terpadat keempat di dunia itu, beberapa pakar kesehatan telah memperingatkan bahwa hal itu dapat memperburuk ketidakadilan.

Honesti Basyir, CEO Bio Farma, mengatakan pada sidang parlemen pada hari Senin bahwa pihaknya telah memesan 15 juta dosis dari China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan 5,2 juta dari Moderna.

Vaksin Sinopharm bisa tiba pada akhir kuartal kedua, dan Moderna ditembak pada kuartal ketiga, katanya.

Indonesia menargetkan dapat menginokulasi 181,5 juta orang dalam setahun dalam upaya mencapai kekebalan kelompok dalam program vaksinasi yang dimulai pada bulan Januari.

Negara ini telah menderita salah satu epidemi virus korona terburuk di Asia, dengan lebih dari 1,4 juta kasus dan lebih dari 38.000 kematian sejauh ini.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia telah mendorong pemerintah untuk mengesahkan upaya inokulasi swasta.

Lebih dari 11.500 perusahaan telah mendaftar untuk rencana tersebut, yang akan melihat sekitar 7,4 juta orang divaksinasi, Rosan P. Roeslani, kepala kelompok bisnis, mengatakan pada sidang yang sama pada hari Senin.

Program ini memungkinkan karyawan perusahaan yang berpartisipasi, ditambah anggota keluarga mereka, untuk menerima vaksinasi gratis di puskesmas yang dikelola swasta dengan suntikan yang didistribusikan oleh Bio Farma.

Badan makanan dan obat-obatan Indonesia saat ini sedang meninjau vaksin Sinopharm untuk persetujuan penggunaan darurat, kata ketua Penny K. Lukito dalam sidang tersebut.

Badan tersebut belum menyebutkan status persetujuan vaksin Moderna.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News