Skip to content

Indonesia menahan wanita Inggris dalam daftar tersangka 'teror'

📅 February 03, 2021

⏱️2 min read

Sailar, 47 tahun ditahan di Jakarta karena pelanggaran visa. Indonesia telah menahan seorang wanita Inggris yang disebutkan dalam daftar tersangka teror global dan berencana untuk mendeportasinya karena pelanggaran visa, kata pihak berwenang kepada kantor berita AFP.

Dokumen polisi tidak menjelaskan mengapa Sailar terdaftar bersama dengan sekitar 400 tersangka teror lainnya, termasuk mendiang suaminya yang terbunuh di Suriah pada tahun 2015, sumber mengatakan [MUHAMMAD AF / Anadolu Agency via Getty Images]

Dokumen polisi tidak menjelaskan mengapa Sailar terdaftar bersama dengan sekitar 400 tersangka teror lainnya, termasuk mendiang suaminya yang terbunuh di Suriah pada tahun 2015, sumber mengatakan [MUHAMMAD AF / Anadolu Agency via Getty Images]

Tazneen Miriam Sailar - seorang mualaf kelahiran Manchester yang pernah menikah dengan seorang pejuang Indonesia yang sekarang sudah meninggal - tidak dituduh melakukan pelanggaran teror.

Tetapi dia dan almarhum suaminya juga ada dalam daftar tersangka pejuang domestik dan asing oleh polisi Indonesia, termasuk seorang pria Prancis yang muncul dalam video pemenggalan kepala kelompok ISIL (ISIS) dan satu lagi yang dekat dengan saudara-saudara yang membantai staf di majalah satir Prancis Charlie Hebdo. .

Sailar, 47, dan putranya yang berusia 10 tahun yang lahir di Indonesia ditahan di Jakarta setelah mereka ditangkap tahun lalu atas tuduhan dia tidak memiliki dokumen yang diperlukan untuk tetap tinggal di negara Asia Tenggara, menurut pengacaranya Farid Ghozali. .

"Dia dimasukkan (dalam tahanan) sambil menunggu kepulangannya yang akan difasilitasi oleh Kedutaan Besar Inggris," kata juru bicara Direktorat Imigrasi Indonesia Ahmad Nursaleh kepada AFP, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Kedutaan Besar Inggris menolak berkomentar

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menolak berkomentar dan tidak jelas kapan deportasi itu akan dilakukan.

Dokumen polisi tidak mengatakan mengapa Sailar terdaftar bersama dengan sekitar 400 tersangka teror lainnya, termasuk mendiang suaminya yang terbunuh di Suriah pada 2015, kata sumber.

Pernikahan pasangan itu tahun 2010 diresmikan oleh ulama Indonesia Abu Bakar Bashir, ketua spiritual kelompok Jemaah Islamiyah (JI), menurut sumber yang mengetahui kasus tersebut.

Anggota JI berada di belakang pemboman Bali yang menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk hampir 90 wisatawan Australia, tewas ketika ledakan besar merobek sepasang jeruji besi di pulau liburan Indonesia pada Oktober 2002.

Sailar menjalankan badan amal yang dinamai mendiang suaminya, yang mengirimkan bantuan kepada wanita dan anak-anak di Suriah yang dilanda konflik, kata sumber.

Dia tiba di Indonesia yang mayoritas Muslim pada tahun 2005 sebagai relawan medis untuk yayasan kemanusiaan Kristen yang membantu korban bencana alam, Ghozali dan sebuah sumber mengatakan.

Anggota Taliban dan ISIS yang diduga muncul di daftar polisi Indonesia, serta warga negara Inggris Anjem Choudary dan Sally-Anne Jones, seorang perekrut ISIL yang dilaporkan tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Suriah.

Maxime Hauchard, seorang mualaf Prancis yang sekarang mati terlihat dalam video pemenggalan kepala ISIS yang mengerikan, terdaftar bersama dengan pejuang Prancis Peter Cherif, yang sebelumnya dituduh menculik tiga pekerja bantuan Prancis di Yaman pada 2011 dan seorang rekan dekat dari saudara kandung yang membunuh staf di Charlie Hebdo pada tahun 2015.

Sailar lahir di Manchester pada 20 Februari 1973, dan memegang paspor Inggris, menurut daftar tersebut, yang juga mengatakan dia memiliki setidaknya dua alias.

Pasukan anti-teror Indonesia mempertanyakan Sailar tetapi tidak ada tuduhan yang diajukan, kata pengacaranya.

“Jadi kami sekarang fokus pada urusan keimigrasian,” katanya seraya menambahkan bahwa Sailar ingin tetap tinggal di Indonesia.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News