Skip to content

Indonesia mencari orang hilang setelah tambang emas yang mematikan runtuh

📅 February 26, 2021

⏱️2 min read

Sedikitnya 15 orang yang selamat ditarik keluar saat pencarian sedang dilakukan untuk mencari yang hilang setelah sebuah tambang ilegal di provinsi Sulawesi Tengah runtuh.

Pejabat bencana mengatakan curah hujan yang tinggi dan struktur tanah yang tidak stabil mungkin telah menyebabkan tanah longsor [Basarns Ho / EPA]

Pejabat bencana mengatakan curah hujan yang tinggi dan struktur tanah yang tidak stabil mungkin telah menyebabkan tanah longsor [Basarns Ho / EPA]

Tim penyelamat di provinsi Sulawesi Tengah Indonesia sedang mencari korban setelah tanah longsor di daerah pertambangan emas ilegal menewaskan enam orang, kata badan pencarian dan penyelamatan pada hari Kamis.

Tim yang terdiri dari polisi, militer dan badan bencana setempat mengerahkan alat berat pada hari Kamis untuk membantu pencarian di desa Buranga setelah longsor pada Rabu malam.

Sedikitnya 15 orang yang selamat telah ditemukan hingga Kamis.

Fatmawati, juru bicara badan pencarian dan penyelamatan di ibu kota provinsi Palu, yang memiliki satu nama, mengatakan setidaknya satu orang hilang.

"Di antara mereka yang ditemukan tewas adalah seorang suami dan istrinya," kata Andia Sultan, kepala operasional badan pencarian dan penyelamatan provinsi.

Pejabat bencana mengatakan curah hujan yang tinggi dan struktur tanah yang tidak stabil di lokasi penambangan ilegal mungkin telah menyebabkan tanah longsor.

imgTim penyelamat melakukan pencarian penambang yang tertimbun longsor di Desa Buranga di Kabupaten Parigi Moutong [Lia / AFP]

Operasi penambangan ilegal atau informal merupakan hal yang lumrah di Indonesia, memberikan mata pencaharian yang lemah bagi mereka yang bekerja dalam kondisi yang berisiko tinggi mengalami cedera parah atau kematian.

Tanah longsor, banjir, dan runtuhnya terowongan hanyalah sebagian dari bahaya dalam penambangan tersebut. Sebagian besar pemrosesan bijih emas melibatkan penggunaan merkuri dan sianida yang sangat beracun oleh pekerja yang menggunakan sedikit atau tanpa perlindungan sama sekali.

Indonesia menyumbang sekitar 3 persen dari produksi emas dunia. Sebagian besar berasal dari tambang Grasberg di provinsi Papua, yang dikatakan memiliki cadangan $ 40 miliar dan hingga 20.000 pekerja.

Tetapi penambangan kecil-kecilan yang seringkali tidak resmi sedang meningkat di banyak bagian Asia dan Afrika.

Sebuah studi oleh Forum Antarpemerintah tentang Pertambangan, Mineral, Logam dan Pembangunan Berkelanjutan menemukan jumlah orang yang secara global terlibat dalam penambangan tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 40 juta, naik dari 30 juta pada tahun 2014 dan enam juta pada tahun 1993.

imgPetugas penyelamat memompa air keluar dari tambang yang runtuh saat mereka mencari korban di Parigi Moutong [Abdee Mari / AP]

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News