Skip to content

Indonesia mencari pajak yang lebih tinggi untuk orang kaya untuk meningkatkan pendapatan di tengah pandemi Covid-19

📅 June 16, 2021

⏱️2 min read

`

`

JAKARTA - Indonesia berencana untuk mengenakan pajak lebih banyak kepada orang kaya untuk meningkatkan pendapatan negara guna membantunya melewati krisis kesehatan dan resesi ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Pemerintah mengusulkan pajak penghasilan pribadi 35 persen untuk individu dengan kekayaan bersih tinggi dengan penghasilan lebih dari lima miliar rupiah per tahun.

Pemerintah mengusulkan pajak penghasilan pribadi 35 persen untuk individu dengan penghasilan lebih dari 465500 setahun

Pemerintah mengusulkan pajak penghasilan pribadi 35 persen untuk individu dengan penghasilan lebih dari $465.500 setahun. FOTO: EPA-EFE

Ekonomi terbesar di Asia Tenggara saat ini memiliki empat tingkatan pajak, mulai dari 5 persen hingga 30 persen, bagi mereka yang berpenghasilan tahunan kurang dari 50 juta rupiah hingga di atas 500 juta rupiah.

Juru bicara kantor pajak Neilmadrin Noor mengatakan bahwa ketika disetujui oleh Parlemen, reformasi pajak akan membantu "menguatkan anggaran negara", sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Dia menambahkan bahwa tarif pajak baru akan mempengaruhi orang Indonesia kaya, termasuk mereka yang tinggal di luar negeri yang memiliki nomor identifikasi pajak Indonesia.

Pemerintah akan menyusun strategi pengawasan dan membentuk administrasi untuk mengurangi penghindaran pajak, katanya.

Tarif pajak baru adalah salah satu dari beberapa langkah yang digariskan dalam RUU perpajakan sebagai bagian dari perombakan besar-besaran sistem perpajakan. Lainnya termasuk pajak karbon dan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai.

Indonesia telah melihat perkiraan defisit anggaran sebesar 6 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun lalu, karena pengeluaran besar-besaran untuk bantuan tunai, jaminan sosial dan program pemulihan ekonomi untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 53.000 dan menginfeksi 1,92 juta penduduknya.

`

`

Pemerintah harus secara bertahap mempersempit kesenjangan menjadi paling banyak 3 persen pada tahun 2023.

Neilmadrin mengatakan bahwa masih belum ada perkiraan berapa banyak uang yang bisa dikumpulkan pemerintah dengan pajak yang diusulkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam pertemuan dengan DPR akhir bulan lalu bahwa kelompok pendapatan yang ditargetkan oleh tarif pajak yang lebih tinggi akan mencakup "sejumlah kecil orang".

Indikator Pembangunan Dunia Bank Dunia menunjukkan bahwa pada 2019, 20 persen orang terkaya di Indonesia menyumbang lebih dari 45 persen dari pangsa pendapatan, naik dari 38 persen dua dekade lalu.

Sekitar 1 persen dari populasi memiliki antara US100.000 dan US1 juta pada tahun yang sama, sementara 82 persen memiliki kurang dari US10.000, menurut Laporan Kekayaan Global Credit Suisse 2019.

Laporan terbaru dari konsultan properti global Knight Frank mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, ada lebih dari 21.000 individu dengan kekayaan bersih tinggi dengan kekayaan lebih dari US1 juta dan hampir 700 individu dengan kekayaan sangat tinggi dengan kekayaan lebih dari US30. juta di Indonesia yang berpenduduk 270 juta jiwa.

Peneliti pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menggambarkan pengenalan golongan pendapatan baru dan tarif pajak yang lebih tinggi untuk orang terkaya di Indonesia sebagai “tepat waktu”, dengan mengatakan langkah itu juga akan membuat rezim pajak lebih progresif.

Dia menambahkan bahwa, bagaimanapun, banyak orang kaya di Indonesia sangat bergantung pada pendapatan pasif yang dikenakan pajak penghasilan final.

"Jika pemerintah menginginkan hasil yang optimal, juga perlu mengubah tarif pajak penghasilan final pada berbagai instrumen keuangan," katanya.

Ah Maftuchan, direktur eksekutif kelompok advokasi kebijakan kesejahteraan Prakarsa, mengatakan bahwa empat tingkatan pajak penghasilan pribadi saat ini harus diperluas menjadi tujuh, bukan hanya lima, untuk menciptakan sistem pajak yang lebih adil.

Ini akan mencakup pajak 40 persen untuk individu yang sangat kaya dengan penghasilan di atas 50 miliar rupiah.

"Di sisi lain, kita juga harus mereformasi sistem pajak kekayaan kita, yang memiliki potensi besar," kata koordinator jaringan Tax and Fiscal Justice Asia, mencontohkan pajak warisan.

`

`
← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News