Skip to content

Kapal selam Indonesia dengan 53 penumpang hilang di utara Bali

📅 April 22, 2021

⏱️2 min read

Kapal selam buatan Jerman itu hilang pada Rabu ketika sedang melakukan latihan torpedo di perairan utara Bali.

KRI Nanggala-402 sedang melakukan latihan torpedo di perairan utara pulau Bali [File: Alex Widojo / Anadolu / Getty Images]

KRI Nanggala-402 sedang melakukan latihan torpedo di perairan utara pulau Bali [File: Alex Widojo / Anadolu / Getty Images]

Angkatan Laut Indonesia sedang mencari kapal selam yang hilang dengan 53 orang di dalamnya yang hilang pada hari Rabu dan sedang mencari bantuan dari negara tetangga Australia dan Singapura dalam perburuan.

Kapal selam berusia 44 tahun buatan Jerman, KRI Nanggala-402, sedang melakukan latihan torpedo di perairan utara pulau Bali tetapi gagal menyampaikan hasil seperti yang diharapkan, kata angkatan laut.

Pencarian udara menemukan tumpahan minyak di dekat lokasi penyelaman kapal selam dan dua kapal angkatan laut dengan kemampuan sonar telah dikerahkan untuk membantu perburuan, kata kementerian pertahanan.

Jessica Washington dari Al Jazeera, melaporkan dari Jakarta, mengatakan: "Mudah-mudahan, ini adalah terobosan yang dapat membantu menemukan lokasi kapal ini dan 53 orang di dalamnya."

“Kami memahami bahwa TNI AL saat ini sedang dalam proses pengawasan wilayah baik melalui udara maupun laut,” ujarnya.

Pernyataan kementerian pertahanan mengatakan permintaan bantuan telah dikirim dan Australia, Singapura, dan India telah menanggapi.

"Kami masih mencari di perairan Bali, 96 kilometer dari Bali, (untuk) 53 orang," kata panglima militer Hadi Tjahjanto kepada kantor berita Reuters melalui pesan teks.

Tjahjanto mengatakan, TNI AL telah mengerahkan puluhan kapal untuk melakukan pencarian di kawasan tersebut, termasuk kapal survei hidrografi.

Dia mengatakan bahwa kontak dengan kapal itu hilang pada pukul 4:30 pagi pada hari Rabu.

CNN Indonesia melaporkan bahwa pejabat angkatan laut Indonesia Julius Widjojono mengatakan dia menduga kapal selam itu turun ke kedalaman 600-700 meter.

img

Analis militer Soleman Ponto mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan nasib kapal selam itu secara meyakinkan.

“Kami belum tahu apakah alat komunikasinya rusak atau kapal selam itu sudah tenggelam. Setidaknya harus menunggu tiga hari, ”ujarnya.

Kapal buatan Jerman

Kapal selam berbobot 1.395 ton itu menjalani dua tahun reparasi di Korea Selatan yang selesai pada tahun 2012. Kapal tersebut telah digunakan di Indonesia sejak tahun 1981.

Indonesia di masa lalu mengoperasikan armada 12 kapal selam yang dibeli dari Uni Soviet untuk berpatroli di perairan kepulauannya yang luas.

Tapi sekarang hanya memiliki lima armada termasuk dua kapal selam Type 209 buatan Jerman dan tiga kapal Korea Selatan yang lebih baru. Negara ini berencana untuk mengoperasikan setidaknya delapan unit pada tahun 2024.

Indonesia telah berusaha untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya tetapi beberapa peralatannya yang masih dalam pelayanan sudah tua dan telah terjadi kecelakaan mematikan yang melibatkan khususnya pesawat angkut militer yang sudah tua dalam beberapa tahun terakhir.

Negara, negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, telah menghadapi tantangan yang semakin besar terhadap klaim maritimnya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banyak insiden yang melibatkan kapal-kapal Tiongkok di dekat pulau Natuna.

laut Cina Selatan

Tahun lalu, Presiden Joko Widodo menegaskan kembali kedaulatan negaranya saat berkunjung ke gugusan pulau di tepi Laut Cina Selatan itu.

Kunjungannya dilakukan seminggu setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang bersikeras bahwa nelayan China bebas melakukan aktivitas di wilayah yang diklaim China sebagai daerah penangkapan ikan tradisional, yang sebagian tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif Indonesia.

Pernyataan Geng tersebut menimbulkan kemarahan di Indonesia dan mendorong militer untuk meningkatkan pasukannya di pulau-pulau tersebut.

Meskipun China telah membuat klaim seperti itu selama bertahun-tahun, baru-baru ini puluhan kapal penangkap ikan China, yang dikawal oleh kapal penjaga pantai, dilaporkan melakukan pergerakan yang lebih agresif di daerah tersebut dan mengabaikan peringatan dari Indonesia untuk pergi.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News