Skip to content

Kapolri mengatakan Malaysia waspada tinggi terhadap ancaman teror pasca serangan di Indonesia

📅 April 02, 2021

⏱️1 min read

KUALA LUMPUR - Polisi Malaysia akan tetap waspada dan meningkatkan tingkat kewaspadaan mereka terhadap kemungkinan ancaman teroris, kata kepala polisi Abdul Hamid Bador, menyusul dua serangan baru-baru ini di Indonesia.

Kepala polisi Malaysia Abdul Hamid Bador mengatakan polisi akan tetap waspada dan memantau setiap perkembangan di front terorisme.Kepala polisi Malaysia Abdul Hamid Bador mengatakan polisi akan tetap waspada dan memantau setiap perkembangan di front terorisme. FOTO: REUTERS

Inspektur Jenderal Polisi mengatakan divisi kontra-terorisme telah ditugaskan untuk mengumpulkan intelijen yang dapat ditindaklanjuti pada setiap kelompok teroris atau sel teroris di negara tersebut."Serangan baru-baru ini di Indonesia sangat menghancurkan. "Polisi Malaysia akan selalu waspada dan memantau setiap perkembangan di front terorisme," kata Tan Sri Hamid, Kamis.

Dia mengatakan ancaman terorisme tidak akan pernah dianggap enteng.

“Kami juga siap membantu rekan-rekan Indonesia kami untuk meredam ancaman terorisme. "Ancaman terorisme harus ditangani dengan tegas," kata IGP.

Pihak berwenang di Indonesia semakin waspada atas kemungkinan serangan terhadap polisi dan tempat ibadah menyusul dua serangan baru-baru ini - pemboman bunuh diri di sebuah katedral Katolik di Sulawesi dan serangan senjata oleh seorang wanita di markas polisi Indonesia.

Di Jakarta pada hari Rabu, wanita itu memasuki Mabes Polri setelah memberi tahu penjaga bahwa dia ingin mengunjungi kantor pos di dalam kompleks.

Polisi mengatakan Zakiah Aini, 25, berjalan dengan tenang menuju kantor pos sebelum melepaskan tembakan dengan pistol. Dia ditembak mati ketika petugas polisi membalas tembakan.

Media lokal mengatakan wanita itu, yang digambarkan sebagai "serigala tunggal", menggunakan pistol udara piston nitrogen yang menembakkan bantalan bola. Tidak ada orang lain yang terluka dalam insiden tersebut.

Zakiah memposting bendera Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di akun Instagram-nya beberapa jam sebelum serangan dan juga mengirim pesan perpisahan ke grup WhatsApp keluarga.

Pada Minggu (28/3), sepasang suami-istri meledakkan diri di depan pintu gerbang sebuah gereja Katolik di ibu kota provinsi Makassar.

Pasangan itu melakukan serangan dengan bom panci bertekanan, melukai 20 orang, termasuk petugas keamanan gereja dan pengunjung gereja.

Mereka diyakini anggota Jemaah Anshorut Daulah, yang bersumpah setia kepada ISIS.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News