Skip to content

Katedral Indonesia diguncang oleh bom bunuh diri Minggu Palem

📅 March 29, 2021

⏱️2 min read

Sebuah katedral Indonesia diguncang oleh bom bunuh diri pada hari Minggu ketika orang-orang di dalamnya merayakan dimulainya Pekan Suci.

Petugas polisi berjaga di dekat sebuah gereja tempat ledakan meledak di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.  [Foto Yusuf Wahil / AP]

Petugas polisi berjaga di dekat sebuah gereja tempat ledakan meledak di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. [Foto Yusuf Wahil / AP]

Sedikitnya 14 orang terluka setelah ledakan dahsyat - yang diduga merupakan serangan bunuh diri - di luar sebuah gereja di Makassar, Indonesia, sebuah kota pelabuhan berpenduduk sekitar 1,5 juta.

“Ada dua orang yang mengendarai sepeda motor saat ledakan terjadi di pintu gerbang utama gereja. Pelaku mencoba masuk ke dalam kompleks, ”kata juru bicara Polri Argo Yuwono pada hari Minggu.

“Sepeda hancur dan ada bagian tubuh… kami masih mengumpulkan suku cadang dan mencoba mengidentifikasi jenis kelamin pelakunya.”

Polisi mengatakan seorang petugas keamanan gereja berusaha mencegah sepeda motor memasuki kompleks ketika ledakan terjadi.

Sebelumnya, polisi setempat mengatakan setidaknya satu penyerang tewas di tempat kejadian. Mereka belum mengonfirmasi apakah kedua penyerang itu tewas.

Ledakan itu terjadi tepat setelah jemaat selesai merayakan Minggu Palem, hari pertama Pekan Suci, yang memperingati masuknya Yesus ke Yerusalem.

“Kami sedang menyelesaikan kebaktian dan orang-orang akan pulang ketika itu terjadi,” kata Pendeta Wilhelmus Tulak kepada wartawan.

Personel Palang Merah Indonesia membawa kantong jenazah menyusul ledakan di luar gereja Katolik di Makassar.  [Reuters]

Personel Palang Merah Indonesia membawa kantong jenazah menyusul ledakan di luar gereja Katolik di Makassar. [Reuters]

Sebuah unit anti-bom Indonesia mengumpulkan bukti setelah ledakan di Makassar.  [Irvan Abdullah / AFP]

Sebuah unit anti-bom Indonesia mengumpulkan bukti setelah ledakan di Makassar. [Irvan Abdullah / AFP]

Polisi forensik bekerja di depan Katedral Hati Kudus Yesus setelah ledakan.  [Iqbal Lubis / EPA]

Polisi forensik bekerja di depan Katedral Hati Kudus Yesus setelah ledakan. [Iqbal Lubis / EPA]

Petugas polisi memeriksa area dekat gereja tempat ledakan terjadi.  [Foto Masyudi S Firmansyah / AP]

Petugas polisi memeriksa area dekat gereja tempat ledakan terjadi. [Foto Masyudi S Firmansyah / AP]

Polisi Indonesia membawa tas berisi sisa-sisa tersangka pelaku bom bunuh diri setelah ledakan.  [Indra Abriyanto / AFP]

Polisi Indonesia membawa tas berisi sisa-sisa tersangka pelaku bom bunuh diri setelah ledakan. [Indra Abriyanto / AFP]

Seorang polisi Indonesia berjaga di lokasi ledakan di luar gereja.  [Indra Abriyanto / AFP]

Seorang polisi Indonesia berjaga di lokasi ledakan di luar gereja. [Indra Abriyanto / AFP]

Kendaraan polisi diparkir di dekat gereja tempat ledakan terjadi.  [Foto Masyudi S Firmansyah / AP]

Kendaraan polisi diparkir di dekat gereja tempat ledakan terjadi. [Foto Masyudi S Firmansyah / AP]

Petugas polisi berjaga di dekat Katedral Hati Kudus Yesus setelah ledakan.  Ledakan di katedral utama Katolik di Makassar terjadi tepat setelah jemaah selesai merayakan Minggu Palem.  [Daeng Mansur / EPA]

Petugas polisi berjaga di dekat Katedral Hati Kudus Yesus setelah ledakan. Ledakan di katedral utama Katolik di Makassar terjadi tepat setelah jemaah selesai merayakan Minggu Palem. [Daeng Mansur / EPA]

19 luka-luka, 2 pelaku bom bunuh diri tewas dalam ledakan gereja di Indonesia

Dua pelaku bom bunuh diri, satu pria dan seorang wanita, dalam ledakan di luar sebuah gereja katedral di Indonesia tewas pada hari Minggu, kata Juru Bicara Kantor Polda Provinsi Kombes E. Zulpan kepada media setempat.

Korban luka akibat ledakan meningkat menjadi 19 orang. Ledakan terjadi di kompleks gereja katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, saat gereja hendak memulai misa massal ketiga.

"Dua tersangka penyerang mencoba memasuki halaman gereja, dan kemudian petugas keamanan mencoba menangkap mereka, dan ledakan terjadi," kata Wilhelminus Tulak.

Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan bom tersebut, dengan mengatakan itu adalah tindakan keji yang telah mencoreng ketentraman kehidupan sosial.

Menteri Agama Indonesia Yaqut Cholil Qoumas mengatakan dia berharap polisi bisa mengungkap dalang serangan itu secepat mungkin.

Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Pdt. Gomar Gultom mengatakan serangan bom ini menambah daftar tindak kekerasan dan teror di Indonesia.

Peristiwa itu terjadi saat umat Kristiani di Indonesia merayakan Minggu Palem, sebuah hari raya umat Kristiani yang jatuh pada hari Minggu menjelang Paskah.

Gereja telah menjadi sasaran ekstremis di Indonesia.

Pada 2018, puluhan orang tewas ketika pelaku bom bunuh diri melancarkan serangan di tiga gereja saat kebaktian Minggu di kota Surabaya, Jawa Timur.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News