Skip to content

Kehati-hatian di Indonesia saat serangan China Sinovac COVID-19 dimulai

📅 January 14, 2021

⏱️3 min read

JAKARTA - Para dokter di Indonesia menderita salah satu tingkat kematian tertinggi di dunia akibat virus corona, tetapi itu tidak menghentikan beberapa dari mereka menyuarakan keprihatinan atas kampanye vaksinasi.

laboratory-2815641 1920

Hampir 1,5 juta pekerja kesehatan berada di urutan pertama yang diimunisasi di negara terpadat keempat di dunia itu setelah menjadi yang pertama di luar China yang memulai vaksinasi massal dengan perusahaan China, Sinovac Biotech's CoronaVac.

“Saya tidak menolak vaksin, saya menolak Sinovac,” kata Yusdeny Lanasakti, dokter Jawa Timur yang mengkhawatirkan kemanjuran vaksin. Vaksin itu 50,4% efektif dalam uji coba di Brasil, kata para peneliti, Selasa. Indonesia menyetujuinya untuk penggunaan darurat berdasarkan data sementara yang menunjukkan kemanjuran 65,3%. Peneliti Turki memberikan angka sementara 91,25%.

Sinovac tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Bambang Heriyanto, sekretaris perusahaan Bio Farma, perusahaan Indonesia yang terlibat dalam uji coba tersebut, mengatakan data Brasil masih mengungguli tolok ukur Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 50%.

Ikatan Dokter Indonesia, yang mengatakan setidaknya 259 dokter Indonesia meninggal karena COVID-19 hingga Sabtu, juga mendorong penggunaan vaksin di negara berpenduduk 270 juta itu.

“Kita bisa mengurangi angka kematian yang tinggi di antara para dokter dan pekerja medis,” kata pemimpinnya, Daeng M. Faqih.

Jumlah kematian dokter di Indonesia mencapai lebih dari sepertiga dari 736 kematian di India, tetapi India memiliki lebih dari lima kali lebih banyak orang, dengan enam kali lebih banyak kematian akibat virus daripada 24.434 yang tercatat di Indonesia dari 846.765 infeksi.

PERTANYAAN

Dominicus Husada, seorang dokter anak di Jawa Timur, mengatakan bahwa dia siap untuk vaksinasi tetapi menambahkan, "Ada beberapa aspek yang belum terjawab, seperti berapa lama kekebalan bertahan dan bagaimana itu berkurang dari waktu ke waktu."

Dokter menginginkan lebih banyak informasi untuk meredakan kekhawatiran, kata Tri Maharani, dokter lain di Jawa Timur, yang telah menderita COVID-19 sehingga tidak akan mendapatkan vaksin.

Dicky Budiman, seorang ahli epidemiologi di Griffith University Australia, menambahkan, "Jika ada keraguan di antara para profesional kesehatan, ini berarti ada akar masalah."

Hal tersebut dapat berupa strategi yang kurang optimal, atau informasi yang diberikan oleh pemerintah tidak cukup bagi para profesional, terutama mengenai manfaat dan risiko, tambahnya.

Siti Nadia Tarmizi, pejabat senior kementerian kesehatan, mengatakan tidak akan ada sanksi bagi dokter yang menolak vaksinasi, tetapi mendesak petugas medis untuk tidak waspada.

Kebanyakan perawat sudah siap untuk vaksinasi, kata Harif Fadhillah, ketua Ikatan Perawat Indonesia.

Skeptisisme terhadap vaksin merupakan tantangan tambahan bagi Indonesia dalam rencananya untuk menginokulasi lebih dari 180 juta orang yang tinggal di ribuan pulau selama 15 bulan ke depan.

Jajak pendapat bulan Desember menunjukkan hanya 37% orang Indonesia yang bersedia divaksinasi sementara 40% akan mempertimbangkannya dan 17% menolak.

Sinovac adalah pemasok vaksin terbesar di Indonesia, tetapi juga mendapatkan dosis dari AstraZeneca dan beberapa dari Pfizer dan mitranya BioNTech, yang telah menunjukkan kemanjuran lebih dari 95%.

Guna memacu partisipasi dalam kampanye, Presiden Joko Widodo mendapat vaksin Sinovac pada Rabu.

Tetapi Agnes Christie Supangkat, seorang dokter di Jakarta, ibu kota, mengatakan dia tidak yakin dan tidak akan divaksinasi. “Tampaknya sedang diburu-buru untuk menekan pandemi, tapi baru beberapa uji coba yang sudah dilakukan,” ujarnya.

Presiden Indonesia menerima suntikan vaksin COVID-19 Tiongkok pertama

Presiden Indonesia Joko Widodo pada Rabu menerima suntikan vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi China Sinovac Biotech. Presiden, yang akrab disapa Jokowi, adalah orang Indonesia pertama yang divaksinasi yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman.

Setelah presiden, Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Kesehatan, antara lain, juga divaksinasi.

Indonesia, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pada hari Senin menyetujui vaksin COVID-19 Sinovac Biotech untuk digunakan.

Badan tersebut mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin setelah hasil sementara dari uji coba tahap akhir di negara tersebut yang menunjukkan tingkat kemanjuran 65,3 persen.

Hingga Selasa sore, Indonesia telah mencatat total 846.765 infeksi COVID-19, menurut Kementerian Kesehatan. Virus itu telah merenggut lebih dari 24.000 nyawa di seluruh negeri, kata kementerian itu.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News