Skip to content

Kesepakatan vaksin Indonesia dengan China dipandang penting bagi kawasan

📅 June 23, 2021

⏱️1 min read

`

`

Memperluas kemitraan antara China dan Indonesia dalam produksi vaksin sangat penting untuk pertempuran Asia Tenggara melawan pandemi, kata pakar kesehatan masyarakat.

syringe-1884779 1920

Indonesia saat ini menggunakan vaksin yang diproduksi bersama oleh perusahaan farmasi milik negara Bio Farma dan Sinovac Biotech China. Kemitraan ini memungkinkan Sinovac untuk melakukan uji klinis vaksin CoronaVac di Indonesia.

Juru bicara Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan perusahaan telah menerima 81,5 juta dosis vaksin curah dari Sinovac. Semua ini sudah diproses, menghasilkan 65,6 juta dosis.

Dari vaksin yang diproses ini, 51,4 juta dosis diisi dalam botol. Sebanyak 38,92 juta dosis telah didistribusikan, kata Heriyanto. Bio Farma merupakan satu-satunya produsen vaksin di Indonesia dan kedua perusahaan tersebut menandatangani kesepakatan pada Agustus 2020 untuk penyediaan, produksi, dan lisensi teknologi CoronaVac.

Pakar kesehatan mengatakan Indonesia dapat membantu menopang pasokan vaksin di Asia Tenggara.

Indonesia memiliki salah satu industri farmasi terbesar di Asia, dengan investasi langsung di sektor ini diperkirakan mencapai hampir $20 miliar pada tahun 2025, menurut laporan konsultan yang berbasis di Jakarta, Cekindo.

`

`

Peningkatan manufaktur

Rencana Indonesia untuk menjadi hub regional akan memungkinkannya untuk meningkatkan kapasitas produksinya, yang pada gilirannya akan membantu peluncuran vaksin di Asia Tenggara, kata Sulfikar Amir, profesor sains, teknologi, dan masyarakat di School of Social Sciences di Nanyang Technological University Singapura. .

Amir mengatakan selain memproduksi vaksin COVID-19, kerja sama Tiongkok-Indonesia dapat diperluas ke pengembangan vaksin lainnya.

Ede Surya Darmawan, ketua Pusat Studi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan di Universitas Indonesia, menyambut baik dukungan China, dengan mengatakan bahwa transfer teknologi adalah bagian dari "kerja sama kemanusiaan".

Indonesia memiliki jumlah kasus tertinggi di Asia Tenggara, dengan lebih dari 1,93 juta orang terinfeksi sejauh ini.

Dicky Budiman, ahli epidemiologi di Griffith University di Australia, mengatakan kerja sama vaksin diperlukan mengingat meningkatnya kasus tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain di kawasan itu.

`

`
← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News