Skip to content

Kolaborasi bisa menjadi jalan menuju kemakmuran Indonesia

📅 March 03, 2021

⏱️3 min read

Pandemi COVID-19 telah memengaruhi pertukaran ekonomi antara China dan sebagian besar negara Asia Tenggara, karena penangguhan perjalanan udara telah merusak rantai pasokan dan jaringan logistik serta menyebabkan berbagai kesulitan lainnya.

Namun, ada juga perkembangan positif. Dengan masalah kesehatan sebagai prioritas utama selama pandemi, China dan Asia Tenggara telah bekerja sama erat dalam penemuan dan produksi vaksin.

Dalam keadaan normal baru, kedua belah pihak harus berupaya untuk menjaga momentum hubungan ekonomi bilateral yang terjalin dan juga meningkatkan rasa saling percaya melalui perbaikan yang dilakukan untuk menetralkan isu-isu negatif yang dapat menghambat pertukaran. Pada saat yang sama, kerja sama bidang kesehatan juga perlu ditingkatkan agar negara-negara dapat dengan cepat keluar dari dampak pandemi.

Di Indonesia, penurunan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi lockdown dan ketidakpastian lingkungan investasi terbukti menantang. Untuk menjawab permasalahan dan mengangkat perekonomian, Presiden Indonesia Joko Widodo memprioritaskan pengembangan tenaga kerja yang dinamis dan pekerja keras, serta meningkatkan infrastruktur yang menghubungkan area produksi dengan area distribusi, mengubah ekonomi yang bergantung pada sumber daya menjadi ekonomi yang bertumpu. manufaktur dan layanan modern.

track-4308559 1920

Untuk mencapai prioritas tersebut, presiden melakukan penyederhanaan prosedur dan regulasi administrasi melalui Omnibus Law yang disahkan akhir tahun lalu untuk memacu penciptaan lapangan kerja.

Belt and Road Initiative yang diusulkan China menyediakan platform untuk menciptakan lebih banyak infrastruktur, yang sangat penting bagi ekonomi berkembang. Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapatkan keuntungan besar dari BRI. Di dunia pasca-pandemi, permintaan akan konektivitas antar-orang cenderung meningkat. Dan bagi Indonesia, peningkatan konektivitas internal dan eksternal akan tetap menjadi kunci perbaikan kondisi ekonomi.

China memiliki potensi signifikan untuk mengisi celah ini bagi Indonesia melalui BRI. Perlu diingat bahwa tujuan China untuk mendorong pekerjaan terkait BRI di Indonesia dan negara berkembang lainnya belum berkurang oleh pandemi.

Mengingat situasinya, China dan Indonesia harus melakukan yang terbaik untuk membangun kolaborasi yang lebih erat di bawah platform BRI. Tahap investasi BRI selanjutnya dapat berfokus pada proyek-proyek yang mendukung kebutuhan konektivitas yang semakin meningkat baik fisik maupun virtual. Selain investasi dan konstruksi, kerja sama dapat memberikan solusi cerdas untuk peningkatan konektivitas di Indonesia berdasarkan pengalaman pembangunan China.

Memperbaiki sistem internasional di tingkat regional dan multilateral merupakan tugas bersama yang harus dilakukan bersama oleh Indonesia dan China. Indonesia mendukung ide-ide besar yang muncul dari China, termasuk BRI, Bank Investasi Infrastruktur Asia, dan Organisasi Kerjasama Shanghai.

Dengan menggabungkan prakarsa-prakarsa ini dengan prakarsa-prakarsa yang secara khusus berkaitan dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara - seperti Forum Regional ASEAN, Pertemuan Para Menteri Pertahanan ASEAN, dan KTT Asia Timur - kedua belah pihak dapat mengimplementasikan gagasan dan program bersama untuk mewujudkan manfaat besar bagi masyarakat di kedua sisi.

China dan Indonesia akan mampu mengatasi masalah yang menghambat pertukaran bilateral. Prinsip saling menghormati dan percaya antara kedua negara dan memilih jalur dialog untuk menyelesaikan masalah harus tetap konsisten. Sejarah panjang 70 tahun hubungan diplomatik menjadi bukti nyata bagaimana kedua negara dapat membangun hubungan bahkan melalui badai masalah.

Pasca pandemi, kedua negara diharapkan semakin mempererat hubungan guna berkontribusi bagi perdamaian dunia. Indonesia akan mendukung dan bekerja sama dengan China dalam mewujudkan ide mulia membangun komunitas masa depan bersama bagi umat manusia.

Sejalan dengan upaya Indonesia untuk meningkatkan ekonominya, Tiongkok dapat memainkan peran positif dengan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pertukaran dan berinvestasi lebih banyak di industri manufaktur negara Asia Tenggara dan sektor lain seperti telekomunikasi.

Melalui peningkatan lapangan kerja lokal, transfer teknologi dan pengetahuan, serta membantu pengembangan rantai pasokan yang berkualitas, investor Tiongkok dapat menghasilkan lebih banyak kemakmuran ekonomi bagi Indonesia.

Sebagai gantinya, perusahaan China dapat memperoleh hubungan yang lebih dalam ke pasar Indonesia dan memperoleh lebih banyak peluang bisnis, karena Indonesia masih kekurangan infrastruktur yang berkualitas dan andal di bidang telekomunikasi dan sektor lainnya.

Indonesia juga harus berupaya meningkatkan lingkungan bisnisnya untuk menarik lebih banyak investasi China di bidang manufaktur dan infrastruktur.

Lebih penting lagi, pemerintah Indonesia harus memperkuat perannya dalam memfasilitasi interaksi antara masyarakat lokal dan calon investor China. Jika upaya yang tepat dilakukan, pandemi dapat menjadi peluang berharga bagi kedua negara untuk mendorong hubungan ekonomi mereka ke orbit baru.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News