Skip to content

Lebih dari 800 orang terluka, 15.000 terpaksa mengungsi setelah gempa kuat di Indonesia

📅 January 17, 2021

⏱️2 min read

Lebih dari 800 orang terluka dan sekitar 15.000 lainnya mengungsi akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter, yang melanda provinsi Sulawesi Barat di Indonesia pada hari Jumat, menghancurkan rumah dan infrastruktur secara besar-besaran, kata seorang pejabat bencana di Jakarta, Sabtu.

lava-656827 1920

Mereka yang mengalami luka serius telah dirawat di rumah sakit dan rumah sakit lapangan yang didirikan setelah gempa bawah tanah yang dangkal melanda kota Mamuju dan kabupaten Majene, kata Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Raditya Jati.

Sebanyak 189 orang mengalami luka berat di Mamuju dan 639 orang luka ringan di Majene, ungkap juru bicara tersebut.

"Sekarang, pasien yang dirawat di rumah sakit yang terkena dampak telah dipindahkan ke rumah sakit lapangan," katanya melalui pesan teks.

Guncangan tersebut telah menghancurkan RS Mitra Manakarra di Mamuju, menurut Syarifuddin. S., pejabat dinas sosial provinsi.

Juru bicara itu mengatakan bahwa para pengungsi telah berlindung di 10 pusat evakuasi, dan bantuan darurat telah dikirimkan kepada orang-orang yang terkena dampak.

Penilaian risiko dan evakuasi para korban sedang dilakukan, menurut dia.

Gempa susulan mengguncang zona gempa Indonesia saat tim penyelamat berburu korban selamat

Gempa susulan mengguncang pulau Sulawesi di Indonesia pada hari Sabtu ketika petugas penyelamat menyisir puing-puing bangunan yang runtuh untuk para penyintas setelah gempa bumi menewaskan sedikitnya 46 orang pada hari Jumat dan membuat ribuan penduduk melarikan diri karena panik.

Badan mitigasi bencana negara itu mengatakan tidak ada kerusakan atau korban jiwa yang dilaporkan dari gempa berkekuatan 5,0 skala Richter pada Sabtu di kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, yang mengguncang daerah itu sehari setelah gempa berkekuatan 6,2 skala Richter.

Kepala badan tersebut Doni Monardo mengatakan kepada TV lokal bahwa pencarian terus dilakukan terhadap orang-orang yang masih hidup di bawah reruntuhan, dan seorang juru bicara mengatakan kepada wartawan, tindakan darurat telah diberlakukan di provinsi tersebut untuk membantu upaya penyelamatan.

Lebih dari 820 orang terluka dan sekitar 15.000 meninggalkan rumah mereka setelah gempa, kata badan tersebut. Beberapa mencari perlindungan di pegunungan, sementara yang lain pergi ke pusat evakuasi yang sempit, kata saksi mata.

Gempa hari Jumat dan gempa susulannya merusak lebih dari 400 rumah dan dua hotel, serta meratakan rumah sakit dan kantor gubernur daerah, di mana pihak berwenang mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa orang masih terjebak.

Nur Samsiah mengatakan putranya, seorang perawat, telah terbunuh saat dia bekerja di rumah sakit yang runtuh itu.

“Anak laki-laki saya berada di lantai dasar gedung dan dia tidak bisa lari mencari perlindungan,” katanya.

Arianto Ardi dari Badan SAR di Mamuju mengatakan kepada Reuters bahwa upaya pencarian akan difokuskan pada kedua hotel tersebut.

Dwikorita Karnawati, kepala badan meteorologi nasional, mengatakan kepada televisi lokal pada Sabtu bahwa gempa lain mungkin terjadi dan bisa mencapai kekuatan 7,0 skala Richter, mendesak warga untuk tidak melaut karena risiko tsunami.

Data dari badan tersebut menunjukkan gempa Jumat itu mirip dengan gempa 1969 yang memicu tsunami dan menewaskan 64 orang di Sulawesi Barat.

Skala magnitudo gempa adalah logaritmik; peningkatan satu poin berarti 10 kali lebih besar. Perbedaan energi yang dilepaskan bahkan lebih besar.

Mengangkangi apa yang disebut Cincin Api Pasifik, Indonesia sering dilanda gempa bumi.

Pada tahun 2018, gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang menghancurkan dan tsunami berikutnya melanda kota Palu, di Sulawesi, menewaskan ribuan orang.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News