Skip to content

Mutasi Virus Corona yang Diklaim Lebih Menular, sudah ada di Indonesia sejak Maret lalu

📅 September 13, 2020

⏱️1 min read

Pada pertengahan Agustus lalu, Malaysia mengumumkan telah menemukan mutasi SARS-CoV-2 yang dikatakan 10 kali lebih menular daripada strain dari Wuhan, China. Jenis mutasi ini disebut D614G. Diberitakan New Straits Times , Senin (16/8/2020), D614G menghasilkan lebih banyak salinan virus di saluran pernapasan dan menyebar lebih cepat dibanding jenis lainnya. Namun menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan Indonesia, jenis D614G juga ditemukan di Indonesia.

Corona Virus Grup Penelitian dan Vaksin Formulasi dari Profesor Nidom Foundation (PNF) menganalisis keseluruhan corona genom urutan data yang dipublikasikan dalam Global Initiative pada Sharing Semua Data Influenza (GISAID). Tim PNF menemukan bahwa penyebaran virus corona D614G sudah ada sejak awal SARS-CoV-2 di Indonesia. “Mutasi D614G sudah ada sejak awal mula virus (korona) di Indonesia, sejak Maret 2020. Perkiraan saya, sekarang bahkan lebih,” kata Prof. Chairul Anwar Nidom yang merupakan ketua tim peneliti. Kompas.com, Sabtu (29/8/2020).

Yayasan Profesor Nidom (PNF) / Prof Chairul Anwar Nidom Hasil analisis tim Yayasan Profesor Nidom (PNF) terkait mutasi virus corona di Indonesia. Dari data tersebut, jenis virus D614G yang bisa menular 10 kali lebih cepat dari jenis lainnya juga sudah ada di Indonesia sejak Maret 2020. Nidom menjelaskan, asam amino yang diberi kotak merah pada gambar (pada asam amino nomor 614) merupakan mutasi yang terjadi pada virus Covid-19 Indonesia. Ada beberapa mutasi yang masih berkode D (asam aspartat), tetapi ada pula yang sudah diganti dengan G (glisin).

Dari pantauan yang dilakukan Nidom dan tim, mutasi virus D614G berada di area motif Antibody Dependent Enhancement (ADE). Pertanyaan untuk tim PNF saat ini adalah mengapa mutasi terjadi di daerah bermotif ADE? kata Nidom.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News