Skip to content

Orang Indonesia paling optimis di Asia Tenggara tentang pemulihan ekonomi

📅 October 18, 2020

⏱️1 min read

Sebuah survei baru-baru ini menemukan bahwa masyarakat Indonesia adalah yang paling optimis di antara rekan-rekan regional mereka tentang kecepatan pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19. Survei yang dilakukan oleh firma riset pasar Ipsos antara 18-22 September dan melibatkan 500 orang dari enam negara di kawasan itu menemukan bahwa 75 persen responden Indonesia yakin ekonomi akan membaik dalam enam bulan ke depan.

indonesia-1203250 1920

Tingkat optimisme di Indonesia merupakan yang tertinggi dalam studi tersebut. Di Vietnam, 54 persen menjawab sama, diikuti oleh 50 persen dari Filipina dan 28 persen dari Singapura. “Kami berharap optimisme tersebut dapat menjadi acuan dan momentum kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga pemulihan ekonomi pada triwulan IV tahun 2020 dengan berbagai stimulus ekonomi yang sedang dilaksanakan atau direncanakan sebagai upaya pemerintah,” Soepreapto Tan , Managing Director Ipsos di Indonesia, mengatakan dalam laporan survei yang dipublikasikan pada Jumat. Survei tersebut menunjukkan, kata Soeprapto, pemberlakuan kembali pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Jakarta pada 14 September tidak banyak berpengaruh pada optimisme. Sekitar 74 persen responden dari Indonesia mengatakan mereka mengalami penurunan pendapatan selama pandemi. Angka tersebut turun dari 84 persen pada survei sebelumnya di bulan Mei, ketika Indonesia memberlakukan pembatasan yang ketat.

Survei kedua juga menemukan bahwa 60 persen responden Indonesia menginginkan pemerintah berkonsentrasi menangani dan mencegah penyebaran COVID-19 hingga enam bulan ke depan. 16 persen lainnya percaya pemerintah harus fokus pada pemberian stimulus ekonomi dan bantuan sosial, sementara 13 persen meminta fokus pada perlindungan pekerjaan dan 11 persen sisanya meminta otoritas untuk menjaga stabilitas harga barang. Perekonomian Indonesia berada dalam "kondisi buruk", menurut 57 persen responden lokal. 17 persen lainnya mengatakan negara itu berada dalam situasi ekonomi yang "sangat buruk". Meskipun beberapa sektor mengalami perbaikan, seperti peningkatan ekspor barang pertanian dan manufaktur pada bulan September , banyak ekonom memperingatkan bahwa Indonesia akan memasuki resesi pertama sejak krisis keuangan Asia 1998 sebagai akibat dari pandemi COVID-19.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News