Skip to content

Orang Indonesia sangat menantikan Vaksinasi

📅 March 16, 2021

⏱️2 min read

Bisnis melihat vaksinasi sebagai kunci untuk produktivitas yang lebih baik dan penyegaran ekonomi

Ferri Wahyudi Limputra sangat gembira dengan program Mutual Help Indonesia melawan COVID-19 karena negara ini menunggu lebih banyak vaksin dari China dan tempat lain.

SINOVAC COVID-19 vaccine

“Kami di dunia usaha merasa senang karena tidak lagi bingung kapan pekerja kami akan divaksinasi,” kata CEO PT Pura Mayungan Group Jakarta ini.

"Meskipun kami dan pekerja kami masih harus tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak fisik setelah kami divaksinasi, mendapatkan inokulasi akan membuat kami merasa jauh lebih nyaman dan membantu kami melanjutkan pekerjaan kami."

Perusahaannya membuat produk distribusi tenaga listrik dan merupakan mitra utama PT Perusahaan Listrik Negara.

Pada 24 Februari, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan keputusan yang mengizinkan perusahaan swasta untuk membeli vaksin dari pemerintah dan kemudian memvaksinasi pekerja serta kerabatnya secara gratis.

Negara ini sedang memerangi COVID-19 di semua provinsinya. Kasus yang dikonfirmasi naik 4.607 dalam satu hari menjadi 1.414.741, dengan jumlah kematian meningkat 100 menjadi 38.329, kata Kementerian Kesehatan pada hari Sabtu.

Pada 2 Maret kementerian mengumumkan bahwa varian COVID-19 yang pertama kali terdeteksi di Inggris telah ditemukan di Indonesia.

Program Mutual Help bertujuan untuk mempercepat vaksinasi dan menetapkan vaksin Sinopharm buatan China untuk pekerja perusahaan. Vaksin Novavax dan Moderna, yang rincian pasokannya masih dalam proses negosiasi, juga akan menjadi bagian dari program tersebut.

Pura Mayungan termasuk di antara lebih dari 8.300 perusahaan yang telah mendaftar pada minggu pertama bulan ini dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia untuk diikutsertakan dalam program vaksinasi.

Jika semuanya berjalan dengan baik, inokulasi untuk pekerja dapat dimulai bulan depan. Itu membutuhkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan dan sertifikat "suci dan halal" dari Majelis Ulama Indonesia.

Lebih banyak lagi yang akan datang

Honesti Basyir, direktur utama pembuat vaksin milik negara PT Bio Farma, mengatakan pada 9 Maret bahwa 500.000 dosis vaksin Sinopharm akan tiba di Indonesia antara akhir Maret dan awal April, dengan 15 juta dosis lagi jatuh tempo pada bulan Juni.

Adrianto P. Adhi, Direktur Utama Emiten Properti PT Summarecon Agung Tbk, mengatakan pekerja perlu diinokulasi secepatnya.

“Dengan program Gotong-royong kesehatan pekerja dapat terjaga dan mereka dapat bekerja lebih produktif, artinya bisnis dapat pulih lebih cepat, membantu perekonomian Indonesia pulih kembali”.

Summarecon, salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia, memiliki sekitar 4.200 pekerjanya yang menunggu untuk divaksinasi.

Indonesia telah mengimpor 38 juta dosis vaksin, bagian dari 186 juta dosis yang dipesan pemerintah. Pada 2 Maret, 10 juta dosis CoronaVac - dibuat oleh perusahaan farmasi China Sinovac tiba di Jakarta, gelombang kelima sejak Desember.

PT Bio Farma bertanggung jawab atas pengiriman produk ke kantor provinsi. Distribusi dari tingkat provinsi hingga puskesmas di desa jatuh ke kantor dinas kesehatan setempat, kata Iwan Setiawan, kepala komunikasi perusahaan milik negara.

Tidak ada efek samping serius dari vaksin Sinovac yang dilaporkan di negara tersebut.

Kementerian telah menyediakan layanan drive-through bagi para lansia dan pekerja di industri pariwisata, untuk saat ini hanya di Jakarta dan di pulau resor Bali.

"Dengan layanan drive-thru, para lansia tidak akan mengantri dan pergi jauh ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi," kata juru bicara satuan tugas mitigasi COVID-19 Indonesia Wiku Adisasmito.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News