Skip to content

Orang tua menuntut kepala sekolah SD di Medan mundur karena gay

📅 December 24, 2020

⏱️1 min read

Puluhan orang tua menggelar protes di luar sekolah dasar di Medan, Sumatera Utara hari ini, menuntut kepala sekolah mundur karena dia gay. Berdasarkan keyakinan mereka yang salah bahwa homoseksual adalah penganiaya anak, para orang tua mengatakan mereka takut kepala sekolah akan membahayakan anak-anak mereka.

Para orang tua memprotes seorang kepala sekolah gay di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 23 Desember 2020. Foto: IstimewaPara orang tua memprotes seorang kepala sekolah gay di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 23 Desember 2020. Foto: Istimewa

“Jadi ini perhatian kami. Jangan sampai anak kita jadi korban. Kami telah mengumpulkan orang tua di sini dan hampir 300 [orang tua] telah menandatangani [petisi] menolak kepala sekolah, "kata salah satu orang tua, bernama Raiman, kepada wartawan.

Raiman mengatakan kepala sekolah itu keluar di Facebook pada bulan April, dengan yang terakhir mengaku memiliki hubungan dengan beberapa pria tetapi bersumpah untuk bertobat. Kepala sekolah juga dikatakan telah menandatangani surat pengunduran diri pada bulan Juli menyusul protes dari orang tua dan guru, tetapi terus memimpin sekolah hingga hari ini.

“Dia berani [berhubungan] dengan orang dewasa, apalagi anak-anak,” kata Raiman.

Dewan Pendidikan Medan mengatakan akan menyelidiki masalah tersebut.

Homoseksualitas tidak ilegal di Indonesia, tetapi banyak anggota komunitas LGBTQ + memilih untuk tidak mengungkapkan identitas seksual mereka secara lahiriah karena takut ditolak atau dianiaya atas dasar moral dan / atau agama, terutama mereka yang bertugas di lembaga publik.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News