Skip to content

Otopsi Maradona tidak menunjukkan jejak alkohol, narkotika

📅 December 25, 2020

⏱️1 min read

BUENOS AIRES - Otopsi kedua menunjukkan bahwa legenda sepak bola Argentina Diego Maradona tidak mengonsumsi alkohol atau narkotika beberapa hari sebelum kematiannya, kata kantor kejaksaan setempat, Rabu.

Diego Maradona 2012 2

Pemenang Piala Dunia 1986 itu meninggal karena serangan jantung pada usia 60 pada 25 November, kurang dari sebulan setelah menjalani operasi di Buenos Aires untuk menghilangkan gumpalan darah di otaknya.

Hasil otopsi yang dipublikasikan oleh jaksa penuntut umum San Isidro mengungkapkan Maradona menderita masalah yang berhubungan dengan ginjal, jantung, dan paru-parunya. Penyelidik mengatakan mereka sedang mencoba untuk menentukan apakah ada kelalaian di pihak dokter dan staf medis. Otopsi awal menemukan bahwa Maradona telah meninggal karena "edema paru akut sekunder akibat gagal jantung kronis yang diperburuk dengan kardiomiopati dilatasi".

Setelah menjalani operasi otak pada 3 November, dokter pribadi Maradona Leopoldo Luque mengatakan mantan bintang Napoli itu membutuhkan perawatan untuk "pantang". Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kondisinya, tetapi Maradona sebelumnya telah berjuang melawan kecanduan narkoba dan alkohol.

Rumah dan tempat kerja Luque dan psikiater Agustina Cosachov digerebek oleh polisi beberapa hari setelah kematian Maradona sebagai bagian dari penyelidikan.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News