Skip to content

Pemerintah berencana menggabungkan Garuda Indonesia dengan perusahaan pariwisata

📅 November 04, 2020

⏱️1 min read

Pemerintah Indonesia telah menguraikan rencana untuk menggabungkan sembilan perusahaan pariwisata milik negara, termasuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia, untuk memaksimalkan efisiensi operasional. Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyatakan bahwa sembilan entitas akan digabung di bawah satu perusahaan induk.

Garuda A330neo - Foto oleh Airbus

Sumber: Airbus

Indonesia telah menguraikan rencana untuk menggabungkan Garuda Indonesia dengan badan usaha milik negara pariwisata lainnya. Selain Garuda Indonesia, badan usaha milik negara lain yang akan dilipat menjadi induk perusahaan antara lain operator bandara Angkasa Pura I (AP1) dan Angkasa Pura II; hotelier Inna Hotels and Resorts; serta department store Sarinah.

Perusahaan induk yang baru berharap dapat memacu berbagai perusahaan untuk melaksanakan inisiatif lintas sektor, sehingga meningkatkan daya saing dan memperkuat kapasitas pendanaan lebih lanjut. Dalam jangka panjang, kementerian berharap hal ini dapat meningkatkan kinerja pariwisata.

Setiap perusahaan juga telah diminta untuk membuat gugus tugas untuk mencari cara terbaik untuk berkolaborasi dan bekerja sama satu sama lain. Rincian mengenai jadwal pasti dari perusahaan baru ini masih sedikit, dengan beberapa indikasi bahwa kerangka hukum dapat diselesaikan awal tahun depan.

Industri pariwisata dan perjalanan penting bagi perekonomian Indonesia, dan telah terpukul oleh jatuhnya permintaan yang disebabkan oleh wabah virus corona. Garuda, misalnya, jatuh jauh ke posisi merah selama enam bulan yang berakhir 30 Juni, melaporkan kerugian operasional sebesar $ 726 juta karena pendapatannya menguap karena kurangnya permintaan.

Laporan Nikkei Asia menyebutkan, langkah penggabungan Garuda menjadi induk perusahaan akan memudahkan negara pemilik 60% saham Garuda itu untuk menyalurkan dana ke maskapai bermasalah tersebut.

Sementara itu The Jakarta Post , mengutip Presiden Garuda Irfan Setiaputra yang mengatakan bahwa melipatgandakan Garuda menjadi perusahaan induk akan memudahkan maskapai untuk merestrukturisasi hutangnya.

Langkah tersebut telah mendapat dukungan dari setidaknya satu perusahaan milik negara, dengan AP1 menyatakan siap untuk bergabung dengan perusahaan induk yang baru. Direktur Utama AP1 Faik Fahmi mengatakan perusahaan akan “mengambil peran aktif dalam setiap proses perencanaan”, termasuk merencanakan “sinergi rute antara bandara dan maskapai penerbangan”.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News