Skip to content

Platform e-commerce Shopee meminta maaf atas iklan Indonesia yang 'tidak pantas'

📅 February 06, 2021

⏱️1 min read

JAKARTA: Perusahaan belanja grup teknologi Asia Tenggara, Sea, Shopee, telah meminta maaf atas iklan online di Indonesia yang memicu keributan di media sosial karena mengejek para korban pelecehan dan pelecehan seksual.

Shopee Headquarters

Pada akun gosip populer Indonesia di Instagram, postingan berbayar tersebut tampak meniru peringatan perempuan tentang bahaya aplikasi kencan, menggunakan screenshot agar seolah-olah menjadi perbincangan nyata.

Menggunakan format dan menggambarkan perilaku predator laki-laki, satu slide menampilkan seorang pria mengirim pesan kepada seorang wanita, yang ternyata adalah iklan Shopee.

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan iklan tersebut telah dihapus dan kesalahan tidak akan terulang kembali.

"Pelecehan seksual adalah topik yang perlu ditangani dengan sangat hati-hati dan serius, bukan sebagai lelucon atau promosi," katanya dalam sebuah pernyataan. "Kami dengan tulus meminta maaf atas penggunaan materi yang tidak sesuai untuk materi pemasaran."

Iklan itu dibanting secara online, dengan pengguna media sosial mengatakan itu meremehkan dan merendahkan korban pelecehan dan pelecehan seksual, banyak dari mereka takut untuk berbicara.

Di Twitter, pengguna menyerukan boikot Shopee, memposting keterkejutan dan rasa jijik mereka di samping tagar #UninstallShopee.

Menggunakan kedok laporan pelecehan seksual untuk sebuah iklan sangat memilukan, kata seorang pengguna, @HwhippedHyunji: "Saya kehabisan kata-kata, ini sama sekali tidak dapat diterima."

Nenden Sekar Arum dari SAFEnet, yang memantau perilaku online, termasuk ancaman, kekerasan, dan disinformasi, mengatakan hal itu meringankan masalah serius.

"Konten tersebut tidak sensitif, seolah membantah pengalaman kekerasan online berbasis gender yang saat ini sedang meningkat," ujarnya. "Itu bahkan bisa menimbulkan trauma bagi para penyintas."

Laporan kekerasan berbasis gender telah meningkat lebih dari dua kali lipat selama pandemi, menurut Komnas Perempuan, komisi Indonesia untuk kekerasan terhadap perempuan.

"Kami menghargai tanggapan cepat Shopee," kata ketua komisi, Andy Yentriyani, menambahkan bahwa Shopee dan perusahaan lain perlu menetapkan kebijakan yang akan mencegah dan menangani kekerasan seksual dengan benar.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News