Skip to content

Presiden Indonesia: Nasionalisme vaksin memperpanjang pandemi global

📅 April 14, 2021

⏱️1 min read

Presiden Indonesia Joko Widodo mengecam negara-negara kaya untuk nasionalisme vaksin, yang tidak hanya menghambat pasokan vaksin Covid-19 dunia, tetapi juga memperpanjang pandemi, Bloomberg melaporkan pada hari Rabu.

Joko Widodo

“Negara miskin, negara berkembang, negara maju harus diberikan perlakuan yang sama,” kata presiden yang akrab disapa Jokowi itu. "Jika tidak, pandemi tidak akan berakhir.”

Indonesia telah memberikan sekitar 13,5 juta dosis vaksin. Namun, itu hanya akan menerima 20 juta dosis, bukan 30 juta yang diharapkan pada bulan Maret dan April. Akibatnya, programnya harus diperlambat karena nasionalisme vaksin.

Pada saat yang sama, Uni Eropa berusaha memblokir pengiriman, dan negara-negara seperti AS dan Inggris mengamankan pesanan dengan dosis lebih dari yang dibutuhkan seluruh populasi mereka. Sementara sekitar 700 juta dosis telah diberikan secara global, sebagian besar dosis diberikan kepada orang-orang di negara kaya dan negara penghasil vaksin.

Jokowi mengatakan pandemi tidak akan berakhir dengan infeksi yang terus menyebar jika masalahnya masih ada, sehingga tidak ada gunanya suatu negara "menimbun vaksin".

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News