Skip to content

Ratusan Tenaga Kesehatan Indonesia yang Divaksinasi Terkena COVID-19, Puluhan di Rumah Sakit

📅 June 18, 2021

⏱️2 min read

`

`

JAKARTA - Lebih dari 350 dokter dan petugas medis telah terjangkit COVID-19 di Indonesia meskipun telah divaksinasi dengan Sinovac dan puluhan lainnya telah dirawat di rumah sakit, kata para pejabat, seiring berkembangnya kekhawatiran tentang kemanjuran beberapa vaksin terhadap varian yang lebih menular.

Petugas kesehatan mengenakan APD alat pelindung diri membawa peti mati korban penyakit coronavirus COVID19 di sebuah rumah sakit di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia 17 Juni 2021, dalam foto ini diambil oleh Antara Foto/Raisan Al Farisi/melalui Reuters

Petugas kesehatan mengenakan APD alat pelindung diri bersiap merawat pasien di rumah sakit darurat penyakit virus corona COVID19 di Jakarta, Indonesia, 17 Juni 2021 REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Petugas kesehatan mengenakan APD alat pelindung diri mempersiapkan diri untuk merawat pasien di rumah sakit darurat penyakit coronavirus COVID19 di Jakarta, Indonesia, 17 Juni 2021 REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Petugas kesehatan mengenakan APD (alat pelindung diri) bersiap merawat pasien di rumah sakit darurat penyakit virus corona (COVID-19) di Jakarta, Indonesia, 17 Juni 2021.

Sebagian besar pekerja tidak menunjukkan gejala dan mengasingkan diri di rumah, kata Badai Ismoyo, kepala dinas kesehatan di Kabupaten Kudus di Jawa Tengah, tetapi puluhan dirawat di rumah sakit dengan demam tinggi dan penurunan tingkat saturasi oksigen.

Kudus, yang memiliki sekitar 5.000 petugas kesehatan, sedang berjuang melawan wabah yang diyakini didorong oleh varian Delta yang lebih menular, yang telah meningkatkan tingkat hunian tempat tidur di atas 90%.

Ditunjuk sebagai kelompok prioritas, petugas kesehatan termasuk yang pertama divaksinasi ketika inokulasi dimulai pada bulan Januari.

Hampir semuanya telah menerima vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi Tiongkok Sinovac, kata Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sementara jumlah petugas kesehatan Indonesia yang meninggal akibat COVID-19 telah menurun tajam dari 158 pada Januari menjadi 13 pada Mei, menurut kelompok inisiatif data LaporCOVID-19, pakar kesehatan masyarakat mengatakan rawat inap di Jawa memprihatinkan.

“Data menunjukkan varian Delta (di Kudus) sehingga tidak mengherankan jika terobosan infeksi lebih tinggi dari sebelumnya, karena seperti yang kita ketahui mayoritas tenaga kesehatan di Indonesia terkena Sinovac, dan kita masih belum tahu. namun seberapa efektifnya di dunia nyata melawan varian Delta,” kata Dicky Budiman, ahli epidemiologi di Universitas Griffith Australia.

`

`

Seorang juru bicara dari Sinovac tidak segera tersedia untuk mengomentari kemanjuran CoronaVac perusahaan China terhadap varian virus yang lebih baru.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan darurat vaksin Sinovac bulan ini, dengan mengatakan hasil menunjukkan vaksin itu mencegah penyakit simtomatik pada 51% penerima dan mencegah COVID-19 yang parah dan rawat inap di rumah sakit.

Saat Indonesia bergulat dengan salah satu wabah terburuk di Asia, dengan lebih dari 1,9 juta infeksi dan 53.000 kematian, para dokter dan perawatnya telah menderita banyak korban 946 kematian.

Banyak yang sekarang mengalami kelelahan pandemi dan kurang waspada terhadap protokol kesehatan setelah divaksinasi, kata Lenny Ekawati, dari kelompok data independen terkait kesehatan LaporCOVID-19.

Di seluruh Indonesia, setidaknya lima dokter dan satu perawat telah meninggal karena COVID-19 meskipun divaksinasi, menurut LaporCOVID-19, meskipun satu hanya menerima suntikan pertama.

Siti Nadia Tarmizi, seorang pejabat senior kementerian kesehatan, tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang berapa banyak dokter yang meninggal sejak program vaksinasi dimulai.

Di Kudus, seorang dokter senior meninggal dunia, kata IDI.

Nadia mengatakan tidak ada kematian di Kudus sejak wabah baru muncul dalam beberapa minggu terakhir di antara pekerja medis dan mereka yang tertular COVID-19 memiliki gejala ringan.

Di Jakarta, ahli radiologi Dr Prijo Sidipratomo mengatakan kepada Reuters bahwa dia tahu setidaknya setengah lusin dokter dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 dalam sebulan terakhir meskipun divaksinasi, dengan satu sekarang dirawat di ICU.

"Ini mengkhawatirkan bagi kami karena kami tidak bisa hanya mengandalkan vaksinasi," katanya, mendesak orang untuk mengambil tindakan pencegahan.

Beberapa minggu setelah hari raya Idul Fitri, Indonesia telah mengalami lonjakan kasus, dengan tingkat positif melebihi 23% pada hari Rabu dan kasus harian mendekati 10.000, tertinggi sejak akhir Februari.

Dalam laporan terbarunya, WHO mendesak Indonesia untuk memperketat penguncian di tengah meningkatnya penularan dan lonjakan tingkat hunian tempat tidur.

`

`
← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News