Skip to content

Sedikitnya 42 orang tewas saat gempa merobohkan rumah dan bangunan

📅 January 16, 2021

⏱️4 min read

MAMUJU, Indonesia - Gempa bumi yang kuat dan dangkal mengguncang pulau Sulawesi di Indonesia tepat setelah tengah malam, merobohkan rumah dan bangunan, memicu tanah longsor dan menewaskan sedikitnya 42 orang. Lebih dari 600 orang terluka oleh gempa berkekuatan 6,2 skala Richter, yang membuat orang meninggalkan rumah mereka dalam kegelapan. Pihak berwenang masih mengumpulkan informasi tentang skala penuh korban dan kerusakan di daerah yang terkena dampak.

img1 dari 17Orang-orang bereaksi saat jenazah kerabat diambil dari reruntuhan bangunan di daerah yang terkena gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Indonesia, Jumat, 15 Januari 2021. Gempa kuat dan dangkal mengguncang pulau Sulawesi di Indonesia tidak lama setelah itu. Jumat tengah malam, merobohkan rumah dan bangunan, memicu tanah longsor dan menewaskan sejumlah orang. (Foto AP / Yusuf Wahil)

Ada laporan tentang banyak orang yang terperangkap di reruntuhan rumah dan bangunan yang runtuh.

Dalam video yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana, seorang gadis yang terjebak di reruntuhan rumah berteriak minta tolong dan mendengar suara anggota keluarga lain juga terjebak. "Tolong bantu saya, itu menyakitkan," kata gadis itu kepada penyelamat, yang menjawab bahwa mereka sangat ingin membantunya.

Para penyelamat mengatakan sebuah ekskavator dibutuhkan untuk menyelamatkan gadis itu dan lainnya yang terperangkap di bangunan yang runtuh. Gambar lain menunjukkan jembatan putus dan rumah rusak dan rata.

Gempa merusak sebagian rumah sakit dan pasien dipindahkan ke tenda darurat di luar. Tim penyelamat berjuang untuk mengeluarkan tujuh pasien dan staf yang terperangkap di bawah berton-ton puing. Setelah beberapa jam, sebuah ekskavator datang untuk membantu dan penyelamat akhirnya menemukan empat orang yang selamat dan tiga mayat.

Video lain menunjukkan seorang ayah menangis, meminta bantuan untuk menyelamatkan anak-anaknya yang terkubur di bawah rumah mereka yang roboh. "Mereka terjebak di dalam, tolong bantu," serunya.

Ribuan pengungsi dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Gempa itu berpusat 36 kilometer di selatan kabupaten Mamuju provinsi Sulawesi Barat, pada kedalaman 18 kilometer, kata Survei Geologi AS.

Badan penanggulangan bencana Indonesia mengatakan jumlah korban tewas meningkat menjadi 42 ketika tim penyelamat di Mamuju menemukan 34 mayat yang terperangkap di reruntuhan rumah dan bangunan yang runtuh.

Badan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa delapan orang tewas dan 637 lainnya terluka di distrik tetangga Mamuju, Majene.

Dikatakan setidaknya 300 rumah dan sebuah klinik kesehatan rusak dan sekitar 15.000 orang ditampung di tempat penampungan sementara di distrik tersebut. Listrik dan telepon mati di banyak area.

Sekretaris Administrasi Sulawesi Barat Muhammad Idris mengatakan kepada TVOne bahwa gedung kantor gubernur termasuk di antara yang runtuh di Mamuju, ibu kota provinsi, dan banyak orang di sana masih terjebak.

Penyelamat Saidar Rahmanjaya mengatakan kurangnya alat berat menghambat upaya untuk membersihkan puing-puing dari rumah dan bangunan yang roboh. Dia mengatakan timnya sedang bekerja untuk menyelamatkan puluhan orang yang terperangkap di delapan gedung, termasuk di kantor gubernur, rumah sakit, dan hotel. “Kami berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan mereka,” katanya.

Kerabat meratap ketika mereka menyaksikan penyelamat menarik tubuh orang yang dicintai dari rumah yang rusak di Mamuju yang hancur. Itu ditempatkan dalam kantong mayat oranye dan dibawa untuk dimakamkan. "Ya Tuhan, mengapa kita harus melalui ini?" seru Rina, yang menggunakan satu nama. "Aku tidak bisa menyelamatkan adikku tersayang ... maafkan aku, saudari, maafkan kami, Tuhan!"

Presiden Joko Widodo mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa dia telah memerintahkan menteri sosial dan panglima militer, polisi dan badan bencana untuk melakukan tindakan tanggap darurat dan operasi pencarian dan penyelamatan secepat mungkin. “Saya atas nama Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga para korban,” kata Widodo.

Kepala Badan SAR Nasional Bagus Puruhito mengatakan, tim penyelamat dari kota Palu, Makassar, Balikpapan dan Jakarta sedang dikerahkan untuk membantu di Mamuju dan Majene.

Dua kapal sedang menuju ke daerah bencana dari Makassar dan Balikpapan membawa tim penyelamat dan peralatan pencarian dan penyelamatan, sementara sebuah pesawat Hercules yang membawa perbekalan sedang dalam perjalanan dari Jakarta.

Puruhito telah memimpin lebih dari 4.100 personel penyelamat dalam operasi pencarian besar-besaran terpisah untuk para korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Laut Jawa Sabtu lalu.

Di antara korban tewas di Majene adalah tiga orang tewas ketika rumah mereka diratakan oleh gempa saat mereka sedang tidur, kata Sirajuddin, kepala badan bencana kabupaten.

Sirajuddin, yang biasa dipanggil, mengatakan, meski gempa di daratan tidak berpotensi tsunami, masyarakat di sepanjang pesisir berlarian ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir gempa itu bisa terjadi.

Tanah longsor terjadi di tiga lokasi dan memblokir jalan utama yang menghubungkan Mamuju ke kabupaten Majene, kata Raditya Jati, juru bicara badan bencana tersebut.

Pada hari Kamis, gempa bawah laut berkekuatan 5,9 skala richter melanda wilayah yang sama, merusak beberapa rumah tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia, yang dikenal dengan singkatan BMKG, memperingatkan bahaya gempa susulan dan potensi tsunami. Ketuanya mendesak masyarakat di daerah pesisir untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi sebagai tindakan pencegahan.

Indonesia, negara kepulauan yang luas dengan 260 juta penduduk, sering dilanda gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami karena lokasinya di "Cincin Api", busur gunung berapi dan garis patahan di Cekungan Pasifik.

Pada 2018, gempa berkekuatan 7,5 skala Richter di Palu di pulau Sulawesi memicu tsunami dan menyebabkan tanah runtuh dalam fenomena yang disebut likuifaksi. Lebih dari 4.000 orang tewas, banyak dari korban terkubur ketika seluruh lingkungan ditelan tanah yang runtuh.

Gempa dan tsunami Samudra Hindia yang dahsyat pada tahun 2004 menewaskan 230.000 orang di belasan negara, sebagian besar di Indonesia.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News