Skip to content

Singapura, Indonesia mengatakan ASEAN bisa memainkan peran penting di Myanmar

📅 February 19, 2021

⏱️1 min read

SINGAPURA - Para menteri luar negeri Singapura dan Indonesia percaya bahwa Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dapat memainkan peran penting dalam mendorong dialog dan kembali ke keadaan normal di Myanmar, kata kementerian luar negeri negara kota itu.

Retno Marsudi

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu dengan mitranya Vivian Balakrishnan di Singapura pada Kamis.

Keduanya membahas kemungkinan langkah selanjutnya bagi 10 negara anggota ASEAN untuk mengatasi situasi di Myanmar, di mana pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi digulingkan dalam kudeta pada 1 Februari.

"Mereka juga menyatakan dukungan kuat untuk pertemuan informal tingkat menteri ASEAN yang diusulkan tentang Myanmar yang akan diselenggarakan secepat mungkin, untuk memfasilitasi pertukaran pandangan yang konstruktif dan mengidentifikasi kemungkinan jalan ke depan," menurut pernyataan itu.

Myanmar adalah anggota ASEAN dan pernyataan itu mengatakan pembicaraan itu mencakup bagaimana blok itu "dapat mendorong dialog inklusif dengan semua pemangku kepentingan utama, termasuk mitra eksternalnya".

Kunjungan Retno ke Singapura dilakukan setelah dia bertemu dengan Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei pada hari Rabu untuk mendesak negara ketua ASEAN agar mendukung dialog di antara negara-negara anggota tentang Myanmar. Malaysia juga telah menyerukan pertemuan khusus.

Namun, mengatur pertemuan bisa menjadi tantangan, mengingat kebijakan ASEAN yang tidak mencampuri masalah domestik anggotanya dan tanggapan mereka yang kontras terhadap pengambilalihan militer.

Balakrishnan dari Singapura berbicara pada hari Selasa tentang "perkembangan yang mengkhawatirkan" di Myanmar tetapi mengatakan dia tidak mendukung sanksi yang meluas terhadap negara itu sebagai tanggapan atas kudeta di sana karena ini dapat merugikan warga biasa.

Amerika Serikat dan Inggris termasuk di antara negara-negara yang telah mengumumkan atau mengancam sanksi sebagai tanggapan atas kudeta Myanmar.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News