Skip to content

Singapura, Indonesia setuju untuk meluncurkan jalur hijau untuk bisnis penting dan perjalanan dinas

📅 October 13, 2020

⏱️2 min read

Singapura dan Indonesia telah sepakat untuk mendirikan jalur hijau timbal balik (RGL) untuk bisnis penting dan perjalanan resmi antara kedua negara. Aplikasi untuk RGL akan dibuka pada 26 Oktober dan perjalanan akan segera dimulai setelahnya, kata Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) pada Senin (12 Oktober).

jewel-Changi airport

Kesepakatan itu muncul kurang dari dua bulan setelah MFA mengatakan pada 25 Agustus bahwa Singapura dan Indonesia berencana untuk memulai pembicaraan untuk jalur hijau timbal balik. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan kepada CNA dalam sebuah wawancara eksklusif pekan lalu bahwa kedua negara sedang dalam [tahap akhir negosiasi untuk jalur hijau, dan bahwa persiapan sedang dilakukan di lapangan untuk memfasilitasi kedatangan.

MFA mengatakan pada hari Senin bahwa Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Ibu Retno Marsudi telah menegaskan kembali "hubungan baik dan lama" antara Singapura dan Indonesia dalam percakapan telepon. Mereka juga mengenang diskusi pada Agustus tahun ini tentang pentingnya memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dalam mengatasi tantangan bersama yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19. Ini termasuk dimulainya kembali perjalanan penting sambil menjaga kesehatan dan keselamatan publik di kedua negara. "Dalam konteks ini, para menteri menyambut baik kesimpulan dari perundingan tersebut," kata MFA. Warga negara Indonesia serta warga negara Singapura dan penduduknya memenuhi syarat untuk RGL, yang juga disebut oleh Indonesia sebagai pengaturan koridor perjalanan (TCA), kata MFA.

Wisatawan harus mematuhi pencegahan COVID-19 dan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang disetujui oleh kedua negara, termasuk tes usap reaksi berantai polimerase (PCR) pra-keberangkatan dan pasca-kedatangan dari institusi kesehatan yang diakui bersama. Rincian operasional mengenai RGL, termasuk persyaratan prosedural, protokol kesehatan dan proses aplikasi akan diumumkan "pada waktunya".

Ibu Retno Marsudi mengatakan pada konferensi pers pada hari Senin bahwa akan ada dua titik masuk di Indonesia untuk RGL: Terminal Feri Batam Center dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Dua titik masuk ke Singapura adalah terminal feri Tanah Merah dan Bandara Changi, tambahnya. Wisatawan harus mengikuti tes PCR pertama 72 jam sebelum keberangkatan, dan tes kedua setelah tiba di bandara atau terminal feri. Wisatawan akan menanggung biaya tes, kata Ibu Retno Marsudi. Wisatawan yang memenuhi syarat juga harus mengunduh dan mendaftarkan diri di aplikasi seluler TraceTogether dan SafeEntry selama di Singapura, atau di aplikasi e-HAC dan Peduli Lindungi selama di Indonesia, tambahnya. Ibu Retno Marsudi mengatakan pelamar dari Indonesia harus memiliki sponsor dari lembaga pemerintah atau perusahaan di Singapura dan meminta tiket SafeTravel. Warga Singapura yang ingin masuk ke Indonesia harus memiliki sponsor dari pemerintah atau badan usaha dan mengajukan visa online.

Ketika Singapura semakin terbuka di tengah pandemi COVID-19, pengaturan perjalanan khusus telah dibuat dengan beberapa negara dan wilayah. Sekarang memiliki pengaturan jalur hijau timbal balik untuk bisnis penting dan perjalanan resmi dengan Cina, Malaysia, Brunei, Korea Selatan dan Jepang. Ini juga secara sepihak mencabut pembatasan perbatasan untuk beberapa pengunjung dari Australia, tidak termasuk negara bagian Victoria, Vietnam, Brunei dan Selandia Baru.

Awal bulan ini, Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung mengatakan mengejar lebih banyak pengaturan jalur hijau dan menegosiasikan gelembung perjalanan udara dengan negara-negara yang memiliki tingkat infeksi COVID-19 yang rendah termasuk di antara rencana untuk "menghidupkan kembali" Changi Air Hub. Mr Ong mengatakan dalam pernyataan menteri, sebuah fasilitas telah didirikan di Bandara Changi untuk menampung hingga 10.000 penumpang sehari. Dalam beberapa bulan ke depan, ada rencana untuk mendirikan laboratorium penguji COVID-19 khusus di bandara untuk mendukung pemulihan penerbangan, tambahnya.

Indonesia melaporkan 4.497 infeksi COVID-10 baru dan 79 kematian baru pada hari Minggu, jumlah kematian harian terendah sejak 27 September. Sekarang memiliki total 333.449 kasus COVID-19, dengan 11.844 kematian. Singapura melaporkan 10 kasus baru pada hari Minggu, menjadikan total nasionalnya menjadi 57.876 infeksi dan 27 kematian.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News