Skip to content

Tesla mengincar Indonesia yang kaya nikel untuk pabrik berikutnya

📅 October 20, 2020

⏱️2 min read

Laporan lokal mengisyaratkan bahwa Tesla mungkin membuat rencana untuk membangun pabrik baterai khusus di Indonesia. Pembaruan itu terkait dengan pejabat Indonesia yang menunjuk pembicaraan yang sedang berlangsung dengan pembuat mobil listrik. CNBC Indonesia melaporkan bahwa pemerintah Indonesia dan Tesla sedang merundingkan kemungkinan pembangunan pabrik baterai di Batang, Jawa Tengah. Lokasi tersebut saat ini sedang dikembangkan oleh negara menjadi kawasan industri yang sangat luas.

Dalam keterangannya kepada media, Senin, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menyatakan pembahasan dengan Tesla memang sedang dilakukan untuk potensi pabrik baterai di Batang. “ Sedang berdiskusi, arahnya ke sana Batang (arahnya Batang),” kata Gumiwang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan juga menyinggung soal potensi kesepakatan pemerintah Indonesia dengan Tesla. Bulan lalu, Pandjaitan memberi tahu anggota media yang telah dipanggil oleh Tesla untuk proyek potensial di negara tersebut.

img(Kredit: Tesla)

“Sebelum saya mengakhiri sambutan saya, saya ingin sampaikan lagi peminat investasi ke Indonesia banyak, tadi saya baru ditelepon dari Tesla di Amerika mereka juga berminat membangun pabrik baterai lithium di Indonesia”.

Gubernur Jawa Tengah memiliki rencana untuk mengubah provinsi tersebut menjadi basis "manufaktur padat karya", tulis The Jakarta Post . Pemerintah Indonesia tampaknya mendukung rencana gubernur tersebut dan memutuskan untuk mengembangkan 4.000 hektar wilayah Jawa Tengah menjadi kawasan industri.

Kawasan industri di Indonesia telah menjadi tempat menarik bagi produsen yang ingin melakukan diversifikasi dari China. Beberapa pabrikan China sudah sepakat merelokasi pabriknya ke Indonesia.

img(Kredit: Tesla)

Sampai tulisan ini dibuat, Tesla belum mengkonfirmasi atau membantah laporan potensi proyek fasilitas baterai Indonesia. Namun, membangun pabrik baterai di Indonesia menjadi langkah strategis bagi Tesla. Dalam panggilan pendapatan Q2, Elon Musk menyebutkan kebutuhan pembuat EV akan nikel, dan pernyataan ini disorot sekali lagi selama Battery Day bulan lalu. Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia. Yang cukup menarik, Indonesia telah melarang ekspor bijih nikel dalam undang-undang pertambangannya sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan rantai pasokan nikel secara penuh. Membangun pabrik baterai di Indonesia bisa menjadi salah satu cara paling efisien bagi Tesla untuk mengakses pasokan nikel negara yang sangat besar.

Pada 2019, Teslarati mengabarkan bahwa Tesla kemungkinan sedang menjajaki ide membangun fasilitas di Indonesia. Awal bulan ini, Reuters menyatakan bahwa Tesla dan pemerintah Indonesia sedang dalam diskusi awal tentang pembuat mobil EV yang membuat investasi potensial di Indonesia. “Itu masih pembahasan awal dan belum detail. Kami perlu diskusi lebih lanjut dengan Tesla, ”kata Ayodhia Kalake, pejabat senior di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News