Skip to content

Ulama garis keras Indonesia ditangkap atas dugaan pelanggaran kuncian - pengacara

📅 December 13, 2020

⏱️1 min read

JAKARTA - Ulama Indonesia Rizieq Shihab ditangkap di Jakarta pada hari Sabtu karena dicurigai telah melanggar pembatasan virus corona dengan mengadakan acara yang menarik ribuan pengikut di kota itu, kata pengacaranya.

Muhammad Rizieq Shihab

Polisi telah menyelidiki ulama yang terkenal dan berpengaruh secara politik karena melanggar langkah-langkah pengendalian COVID-19 setelah beberapa pertemuan massal diadakan untuk merayakan kembalinya dia dari pengasingan diri di Arab Saudi bulan lalu.

Pengacara Rizieq, Aziz Yanuar, mengatakan timnya akan mengajukan mosi pra-persidangan untuk meminta pembebasan ulama - yang ditangkap setelah muncul di kantor polisi di ibu kota pada hari sebelumnya.

Media lokal mengutip Polda Metro Jaya yang mengatakan Rizieq, yang memimpin Front Pembela Islam (FPI), dituduh menghalangi penegakan hukum dan penghasutan tindakan kriminal.

Juru bicara polisi Yusri Yunus tidak segera menanggapi permintaan untuk mengomentari rincian penangkapan hari Sabtu, yang terjadi setelah enam pendukung Rizieq tewas dalam baku tembak dengan polisi pada hari Senin.

Dengan reputasi merampok bar, rumah bordil, dan menindak keras minoritas agama, FPI menjadi berpengaruh secara politik dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2016, Rizieq adalah tokoh gerakan massa 212 melawan mantan Gubernur Jakarta yang beragama Kristen, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, yang dipenjara atas tuduhan penistaan agama karena menghina Islam. Unjuk rasa massa tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang kebangkitan politik identitas dan politik Islam di Indonesia.

Rizieq, 55, meninggalkan negara itu setahun kemudian setelah menghadapi dakwaan mengirim pesan pornografi dan menghina ideologi negara, tetap mengasingkan diri di Arab Saudi selama tiga tahun.

Ketika dia mendarat di Jakarta pada 10 November, puluhan ribu pendukungnya berbondong-bondong ke bandara dengan pakaian putih Islami, mengabaikan protokol kesehatan saat mereka berteriak-teriak untuk menyambutnya.

← PrevNext →
  • Powered by Daily Planet News